Cakrawalanational.news-Deliserdang, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Sambirejo Timur (Samtim), Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi momentum penting bagi para orang tua. Acara yang digelar di Pondok Serbaguna dan Taman Baca Al-Qur’an, Jalan Rahayu Dusun VIII Cempaka ini diisi dengan pesan kuat mengenai edukasi anak dan pengawasan teknologi digital, Selasa malam (25/8/2026).
Acara yang digelar usai sholat isya hingga pukul 22.30 ini, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Samtim Mhd. Arifin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang Junaidi Malik SH, CHT, serta penceramah Ustadz Eko Prastiono S.Pd.I. Turut hadir jajaran guru pembimbing dan pengurus pondok, antara lain Aipda Ahmad Darmawan, Doni Pasaribu Spd, Akhyar Nasution S.Ag, Hilal Al Husnawi S.Ag, Ardy/Acek, dan Hermanto.
Kades Ingatkan Bahaya Game Online di Gadget
Dalam sambutannya, Kepala Desa Samtim Mhd. Arifin menyampaikan bahwa meski acara digelar secara sederhana, esensi kebahagiaan dan pembelajaran harus tetap tersampaikan. Ia memberikan peringatan keras kepada para orang tua terkait penggunaan gawai (gadget) pada anak.
“Bagi kita orang tua, wajib mengetahui dan mengawasi penggunaan gadget anak-anak kita, terutama konten yang tidak mendidik. Game yang mereka mainkan bisa berdampak nyata pada perilaku sehari-hari. Hilangnya rasa tega dan empati anak bisa dipicu dari apa yang mereka lihat di game. Oleh karena itu, kita harus melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan HP Android anak,” tegas Mhd. Arifin.

LPA Deli Serdang: Jangan Bandingkan Anak, Dukung Minat Bakatnya
Senada dengan Kades, Ketua LPA Deli Serdang Junaidi Malik meminta anak-anak untuk selalu menanamkan perilaku jujur. Kepada orang tua, ia mengajak agar selalu memberikan apresiasi positif dalam mendidik anak.
“Berikan pujian dan doa kepada anak kita karena hati mereka akan senang saat diapresiasi. Jangan pernah membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Dorong dan dukung minat serta bakat mereka. Jangan memaksakan kehendak orang tua, biarkan anak memilih jalannya sesuai potensi mereka, kita sebagai orang tua cukup mendukung,” ujar Junaidi.

Ustadz Eko: Jangan Usir Anak dari Masjid!
Di penghujung acara, Ustadz Eko Prastiono memberikan pesan menyentuh kepada para pengurus masjid agar menciptakan lingkungan yang ramah anak.
“Jangan pernah mengusir anak-anak saat mereka datang ke masjid untuk ikut salat berjamaah. Jika mereka bising, cukup diingatkan dan dinasihati dengan lembut supaya jangan ribut, bukan diusir,” pesan Ustadz Eko.
Selain itu, karena masih berada dalam suasana bulan kemerdekaan, Ustadz Eko juga mengingatkan sejarah penting Republik Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pemilihan tanggal 17 Agustus oleh Presiden Soekarno merupakan simbolisasi dari total jumlah rakaat salat fardhu lima waktu yang dijalankan umat Islam setiap hari.
Guna menjaga semangat anak-anak yang hadir, di sela-sela tausiah, para tokoh yang hadir juga membagikan permainan (games) interaktif bernuansa Islami yang membuat suasana peringatan Maulid Nabi malam itu berlangsung ceria dan penuh edukasi.
(M. Habil Syah)










Tinggalkan Balasan