Baru.png

Pemprov Babel dan BI Komit Laksanakan 11 Program Prioritas Kendalikan Inflasi 2026

banner 120x600

Hidayat: Kita perlu berkolaborasi untuk mengendalikan laju inflasi

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Bank Indonesia (BI), Forkopimda, serta bupati dan wali kota se-Babel memperkuat komitmen pengendalian inflasi. Komitmen itu dikukuhkan dalam High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Pangkalpinang, Rabu (15/7/2026).

Rapat dipimpin langsung Gubernur Hidayat Arsani di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur, Air Itam. Turut hadir Penjabat Sekda Fery Afriyanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Babel Rifki Ismail, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah Pemprov, serta kepala perangkat daerah kabupaten/kota.

Secara daring, rapat juga diikuti Kepala Perwakilan BI Babel Rommy Sariu Tamawiwy dan para kepala daerah, termasuk Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat. Acara dikoordinasikan Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel.

Berdasarkan paparan bupati dan wali kota, inflasi Babel hingga pertengahan 2026 berada dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali.

Meski begitu, pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi gejolak harga akibat gangguan pasokan, distribusi, dan faktor musiman.

“Kita perlu berkolaborasi untuk mengendalikan laju inflasi. Semua sektor harus ditegakkan untuk menekan laju inflasi. Dengan semangat kebersamaan kita dapat menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Bangka Belitung,” kata Gubernur Hidayat Arsani.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Babel berkomitmen menjalankan 11 program prioritas pengendalian inflasi secara terpadu. Program itu meliputi:

1. Operasi pasar dan gerakan pangan murah
2. Diversifikasi pangan
3. Business matching komoditas pangan
4. Pengembangan Early Warning System
5. Perluasan asuransi pertanian
6. Penguatan sarana pasca panen
7. Kerja sama antardaerah
8. Fasilitasi distribusi pangan
9. Hilirisasi pangan
10. Penguatan evaluasi kebijakan pusat dan daerah
11. Pelaporan aktivitas perekonomian terintegrasi melalui Sistem Babel Ecository

Pemprov bersama BI menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga daya beli masyarakat.

“Dengan 11 program ini, kami optimistis pengendalian inflasi berjalan lebih efektif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Babel,” ujar Hidayat.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *