Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, PT Arsari Tambang menggandeng Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd. – Asahi Solder untuk memperkuat hilirisasi timah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kemitraan strategis itu ditujukan untuk mengembangkan produk solder bernilai tambah dan membuka akses pasar global bagi timah ingot asal Bangka.
Kesepakatan diumumkan di Pangkalpinang, Jumat 11 September 2026.
Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo mengatakan, kerja sama ini untuk memastikan timah Bangka Belitung tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
“Kami ingin melihat timah Bangka Belitung tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi terus bergerak naik dalam rantai nilai. Melalui penguatan industri hilir, semakin banyak nilai tambah yang dapat diciptakan di Indonesia, sekaligus meningkatkan kebutuhan dan penyerapan timah ingot dari Bangka,” kata Aryo.
Dalam siaran persnya, Arsari Tambang menyebut kemitraan ini diharapkan berdampak langsung pada rantai pasok di Babel. Dengan adanya industri hilir, kebutuhan bahan baku timah ingot akan naik sehingga produksi dan penyerapan dari penambang lokal ikut terdorong.
Asahi Solder sendiri merupakan produsen solder dan material interkoneksi elektronik. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan produk seperti solder paste dengan nilai tambah lebih tinggi.
“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan Arsari Tambang. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir timah,” ujar Vincent Kho, Pemilik dan Direktur Utama Asahi Solder.
Aryo menyebut hilirisasi timah adalah bagian dari visi besar Arsari Group membangun ekosistem industri masa depan. Ekosistem itu menghubungkan sumber daya alam, material, manufaktur, hingga teknologi.
Arsari Group saat ini juga mengembangkan RAIA Grid bersama Indosat. Infrastruktur itu mencakup pusat data, komputasi awan, hingga kecerdasan artifisial – AI. Grup ini juga tengah mempersiapkan perakitan GPU di Indonesia.
“Ekosistem teknologi masa depan membutuhkan rantai pasok industri yang kuat. Karena itu, kami melihat pengembangan hilirisasi timah, industri manufaktur, dan teknologi sebagai bagian yang saling terhubung,” ujar Aryo.
Arsari Tambang menyatakan hilirisasi harus jalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Komitmen itu mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Perusahaan juga menyebut langkah ini sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hilirisasi dan investasi nasional. Bagi Babel, penguatan hilirisasi diharapkan meningkatkan keterkaitan antara tambang, pengolahan, manufaktur, hingga industri hilir.
Meski begitu, belum ada rincian berapa besar investasi, kapasitas produksi baru, maupun jadwal realisasi pabrik solder yang akan dibangun di Babel.
(Rd)










Tinggalkan Balasan