Baru.png

Dukung Revalidasi Geopark, PT TIMAH Revitalisasi Display Perahu Kater di Burung Mandi Beltim

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Manggar Belitungtimur, Komitmen PT TIMAH Tbk dalam pelestarian warisan geologi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan kembali diwujudkan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL, perusahaan mendukung revitalisasi display perahu kater di Geosite Pantai Burung Mandi, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Revitalisasi ini merupakan bagian dari penguatan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark atau UGGp yang dijadwalkan berlangsung awal Agustus 2026.

Dukungan PT TIMAH diwujudkan melalui rehabilitasi dan pengecatan ulang display perahu kater. Perahu ini merupakan ikon budaya masyarakat pesisir Beltim sekaligus media edukasi bagi wisatawan di kawasan geosite.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) Beltim, Muhammad Yulhaidir mengapresiasi kontribusi PT TIMAH. Menurutnya, dukungan ini membantu meningkatkan kesiapan kawasan Burung Mandi menghadapi proses revalidasi.

“Melalui dukungan CSR PT TIMAH, kami mengucapkan terima kasih karena telah membantu revitalisasi display kater di Desa Burung Mandi. Ini merupakan salah satu objek yang akan menjadi bagian dari penilaian dalam Belitong Geopark,” ujarnya.

Yulhaidir menyebut, menjelang revalidasi berbagai titik geosite terus dibenahi. Dengan keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi pihak swasta sangat penting.

“Kami berharap seluruh upaya ini dapat mendukung peningkatan status Geopark Belitung menjadi hijau pada proses revalidasi yang dijadwalkan berlangsung awal Agustus mendatang,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan Geopark tidak hanya soal geologi, tetapi juga geo culture dan pemberdayaan masyarakat. “Display kater ini menjadi media informasi yang menceritakan budaya masyarakat nelayan Belitung Timur,” ujarnya.

Ketua Pokdarwis Desa Burung Mandi, Herkoles mengatakan display kater yang dibangun sejak 2018 sudah rusak karena faktor usia.

“Display kater ini menjadi sarana bagi kami untuk menjelaskan kepada wisatawan tentang sejarah dan fungsi perahu kater sebagai ciri khas nelayan Burung Mandi. Kini tampilannya kembali menarik sehingga dapat mendukung kegiatan pemanduan wisata,” katanya.

Menurutnya, Pantai Burung Mandi unik karena memadukan kuliner laut dan budaya nelayan. Ikonnya adalah ikan kerisi yang ditangkap menggunakan perahu kater.

“Kami sangat terbantu. Sebagai organisasi yang mengelola objek wisata, dukungan PT TIMAH menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata berbasis geopark di Desa Burung Mandi,” tutupnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *