telkomsel

Wujud Nyata Semangat Pancasila, Bandara Ferdinand Lumbantobing Sukses Himpun 23 Kantong Darah

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Tapanuli Tengah Sumatra Utara, Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mengusung semangat gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dr. Ferdinand Lumbantobing bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Terminal Keberangkatan Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing, Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Donor Darah Anda, Nyawa Mereka Terselamatkan” tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan mendapat sambutan hangat dari pegawai bandara, mitra kerja, serta masyarakat sekitar. Antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dari kegiatan donor darah tersebut berhasil terkumpul 23 kantong darah yang nantinya akan dikelola melalui Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSU Dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul menjadi harapan baru bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat menghadirkan manfaat besar bagi sesama.

Kepala Kantor UPBU Kelas III Dr. Ferdinand Lumbantobing, Willy Jonathan P. Sinaga SH MH, turut berpartisipasi sebagai pendonor. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan sekaligus keteladanan dalam menggerakkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

Selain para pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya, terdapat tiga calon pendonor yang belum dapat mengikuti proses donor setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Faktor suhu tubuh yang tinggi dan kondisi fisik yang belum memenuhi persyaratan medis menjadi pertimbangan demi menjaga kesehatan dan keselamatan calon pendonor.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan penuh RSU Dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga yang menurunkan tim medis profesional berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 893/462/RSU. Tim tersebut dipimpin oleh Kepala Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), Dr Louise Helena Hutapea, bersama tenaga kesehatan yang terdiri dari Agustina Banjarnahor SKM, Hidayati Azis S Kep Ns, Novia Sesaranti A Md, Yeshica Yance Siahaan A Md AK, Emma Rustiany A Md AK, Khalid Hamdani Situmeang A Md AK, serta didukung oleh Benny Papilaya sebagai sopir ambulans.

Dengan penuh dedikasi, tim medis melaksanakan skrining kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, pengecekan kadar hemoglobin (HB), penentuan golongan darah, hingga pendampingan selama proses donor darah berlangsung. Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta.

Didampingi Humas Bandara, M. Sirait, Kepala Kantor UPBU Kelas III Dr. Ferdinand Lumbantobing, Willy Jonathan P. Sinaga SH MH, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen bandara dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan yang sejalan dengan semangat Pancasila.

“Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Lahir Pancasila, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa,” ujarnya.

Selain donor darah, peserta juga mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim medis. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, pemeriksaan hemoglobin (HB), pengecekan golongan darah, konsultasi kesehatan, edukasi kesehatan, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan peserta, tim kesehatan turut menyediakan berbagai asupan bergizi berupa telur rebus, bubur kacang hijau, puding, air mineral, serta obat-obatan yang diperlukan. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh peserta agar tetap prima setelah menjalani pemeriksaan maupun donor darah.

Pantauan Wartawan, pihak Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyediakan jus segar dan aneka makanan ringan bagi para pendonor. Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para pendonor sekaligus membantu memulihkan energi dan stamina setelah mendonorkan darahnya. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung semakin memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi salah satu nilai utama Pancasila.

Seluruh darah yang berhasil dihimpun dalam kegiatan ini selanjutnya diserahkan kepada RSU Dr. Ferdinand Lumbantobing Sibolga melalui Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan transfusi darah. Ketersediaan stok darah tersebut diharapkan dapat membantu pasien yang memerlukan penanganan medis, mulai dari korban kecelakaan, pasien operasi, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi darah secara berkala.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah ini menjadi cerminan nyata bahwa semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Setiap tetes darah yang didonorkan bukan hanya bantuan medis, melainkan simbol kepedulian, solidaritas, dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh.

Melalui kegiatan ini, Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya melayani konektivitas transportasi udara, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Semangat berbagi yang ditunjukkan para pendonor menjadi inspirasi bahwa kepedulian terhadap sesama adalah kekuatan yang mampu mempererat persatuan, menumbuhkan rasa kemanusiaan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *