Baru.png

Warga Kace Timur Desak Pembongkaran Atap yang Mengucur ke Sepadan Batas Lahan

banner 120x600

Cakrawalanational.newsMendobarat Bangka, Kucuran atap milik pengusaha berinisial Rince yang masuk ke area sepadan batas lahan warga di Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka Provinsi Babel, masih berdiri meski sudah tiga bulan ada kesepakatan.

Tokoh masyarakat dan pemuda desa mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka segera menertibkan bagian atap tersebut. Mereka menegaskan tidak mempersoalkan bangunan utamanya.

“Yang melanggar itu kucurannya. Atapnya masuk ke sepadan batas lahan kolong milik warga. Bangunannya sendiri sudah sesuai surat, tidak kami permasalahkan,” ujar Ketua Bumdes, tokoh masyarakat masyarakat kace timur.

“Ini soal harga diri kesepakatan. Kalau dibiarkan, untuk apa ada musyawarah desa?” lanjutnya.

Kesepakatan batas lahan kolong dituangkan dalam Musyawarah Desa Rekonstruksi tiga bulan lalu. Salah satu poinnya jelas: area sepadan kolong atau sungai dilarang dimanfaatkan dalam bentuk apa pun.

Kesepakatan itu ditandatangani Pemerintah Kecamatan Mendo Barat, Pemerintah Desa Kace Timur, Polsek, BWS, Dinas PUPR Bangka, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Direktur BUMDes.

Namun warga menilai Rince mengabaikannya. Kucuran atap salah satu gedungnya disebut menjorok ke area steril.

Kepala Desa Kace Timur, Amirullah, mengaku sudah berulang kali memanggil dan menyurati Rince.
“Tidak ada respons. Tidak ada itikad baik untuk menghargai keputusan bersama,” katanya.

Warga meminta Bupati Bangka memberi peringatan langsung agar Rince memotong bagian atap yang mengucur ke sepadan. Jika tidak diindahkan, mereka meminta Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Satpol PP Kabupaten Bangka menertibkan sesuai Perda.

“Pihak Rince sama saja tidak menghargai kami sebagai masyarakat. Bongkar saja atap yang masuk sepadan itu, sesuai kesepakatan,” kata seorang tokoh masyarakat.

Bagi warga, ini menyangkut wibawa pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Hingga berita ini dipublikasikan, Bupati Bangka belum memberikan tanggapan. Pihak Rince juga belum dapat dimintai keterangan.

Media ini membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait.

Warga berharap persoalan ini segera diselesaikan agar tidak memicu konflik di Kace Timur.

(Reporter: BF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *