Mirza : Tahun 1970-an, China masih negara berkembang dengan teknologi terbatas. Kunci lompatan itu adalah SDM
Cakrawalanational.news–Merawang Bangka, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara menyebut kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama bagi Indonesia untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal itu disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (3/6/2026).
“Perubahan global akan terus terjadi. Generasi muda harus siap dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengambil peluang,” kata Mirza di Balai Betason, Kampus FKIK UBB.
Ia memaparkan ekonomi dunia saat ini dibayangi ketegangan geopolitik, perubahan pola dagang, transformasi digital, dan gejolak pasar keuangan. Menurut dia, Indonesia punya fondasi ekonomi cukup kuat. Namun daya saing ditentukan oleh kualitas SDM, sektor produktif, dan adaptasi teknologi.
Mirza mencontohkan Jepang yang bangkit usai Perang Dunia II dan Tiongkok yang melompat jadi ekonomi terbesar kedua dunia. “Tahun 1970-an, China masih negara berkembang dengan teknologi terbatas. Kunci lompatan itu adalah SDM,” ujarnya.

Oleh karenanya, Mirza menyoroti peran mahasiswa sebagai calon pemimpin. Ia meminta mahasiswa tak hanya paham teori, tapi jeli melihat peluang di teknologi, industri kreatif, ekonomi digital, dan kewirausahaan.
Kuliah umum dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UBB Prof. Devi Valeriani. Ia menyebut forum ini bagian dari upaya kampus menghadirkan pembelajaran isu strategis nasional dan global.
Acara dihadiri anggota DPRD Babel, Kepala Perwakilan BI Babel, Kepala OJK Babel, serta pimpinan lembaga keuangan dan perbankan. Sesi diskusi berlangsung interaktif membahas prospek ekonomi, tantangan dunia kerja, investasi, hingga pengembangan ekonomi daerah.
UBB menyatakan kuliah umum ini jadi komitmen kampus menghadirkan tokoh nasional untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Tujuannya mencetak generasi adaptif dan berdaya saing bagi pembangunan daerah.
(HR75)











Tinggalkan Balasan