Cakrawalanational.news-Belitung, Belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah Tbk kini berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi masyarakat penambang di wilayah Belitung. Mandeknya regulasi ini memicu kelumpuhan total pada aktivitas tata niaga timah rakyat di lapangan, Kamis (18/6/2026).
Rahman, warga Tanjung Pandan mengatakan “Saat ini, kondisi di tingkat penambang kian memprihatinkan lantaran harga timah merosot tajam. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya dugaan bahwa harga timah sengaja dimainkan oleh para mafia yang memanfaatkan situasi ketidakpastian hukum untuk meraup keuntungan sepihak,” ujarnya.
Dampak paling nyata dirasakan warga sambung Rahman adalah berhentinya aktivitas transaksi jual-beli. Saat ini, tidak ada satu pun kolektor atau pembeli yang berani mengambil timah dari masyarakat karena terganjal izin RKAB PT Timah yang belum juga keluar.
Masyarakat penambang mengkhawatirkan, jika kondisi ini terus berlangsung berkepanjangan, beban ekonomi yang mereka pikul akan semakin berat dan berpotensi memicu krisis sosial yang lebih luas di Belitung.
Merespons situasi kritis ini, gelombang desakan dari masyarakat penambang terus menguat. Mereka meminta dengan tegas agar PT Timah segera mengeluarkan RKAB agar tata niaga timah kembali normal, sehingga roda perekonomian masyarakat bawah dapat kembali bangkit.
(Pit)











Tinggalkan Balasan