Cakrawalanational.news-Sumaterautara, Sebanyak 32 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menggelar aksi nyata di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Mereka mengadakan Seminar dan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Air Lindi untuk mendorong kesadaran lingkungan warga setempat.
Kegiatan ini fokus pada edukasi pemilahan sampah serta pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna dan memiliki nilai jual. Selain mengajarkan proses pengolahan, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman kepada warga mengenai cara mengembangkan hasil olahan agar dapat dipasarkan, mulai dari pengemasan, pemberian label sederhana, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Dengan demikian, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat.

Kolaborasi Materi: Dari Agama hingga Ekonomi Kreatif
Seminar edukatif ini menghadirkan tiga pemateri mahasiswa yang mengulas pengelolaan sampah dari berbagai sudut pandang:
Sania Husna (Wakil Sekretaris KKN): Mengupas materi ekoteologi. Ia mengajak warga menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab iman dan ibadah kepada Sang Pencipta.
Radika Hanny Syah (Sekretaris KKN): Didampingi Bendahara KKN, Moniqa Astrid, Radika mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik langsung dari dapur rumah tangga sebelum menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Aulia Dirga Putra (Ketua KKN): Memaparkan teknis pembuatan kompos menggunakan air lindi. Aulia juga mengenalkan konsep bank sampah sebagai upaya mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Warga turut diberikan pemahaman mengenai cara memasarkan hasil pengolahan tersebut, baik secara langsung di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial, sehingga produk yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha masyarakat.

Praktik Langsung dan Diskusi Interaktif
Tidak hanya teori, warga Desa Sukatepu juga langsung diajak mempraktikkan cara mengolah kompos. Sesi ini memicu antusiasme tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan kritis dari warga.
Salah satu warga, Adwart, bertanya mengenai daya simpan dan kandungan nutrisi air lindi. Menanggapi hal itu, tim KKN menjelaskan bahwa air lindi segar kaya akan unsur hara seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (NPK). Namun, air lindi sebaiknya segera digunakan atau disimpan maksimal beberapa minggu dalam wadah tertutup agar bakteri baiknya tidak mati.
Pertanyaan lain datang dari Wahid, yang mengkhawatirkan efek samping penggunaan air lindi pada tanaman. Pemateri menjelaskan bahwa air lindi sangat aman jika digunakan sebagai pematang kompos. Jika ingin disiram langsung ke tanaman, air lindi wajib diencerkan dengan air bersih terlebih dahulu agar tingkat keasamannya aman dan tidak membuat tanaman layu.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UINSU berharap warga Desa Sukatepu dapat konsisten memilah sampah dan mengelola bank sampah secara mandiri. Langkah kecil ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(M. Habil Syah)










Tinggalkan Balasan