telkomsel

Babel Luncurkan “Gerbang ZI”, 12 OPD Jadi Lokus Zona Integritas

banner 120x600

Gubernur: Masyarakat menuntut pelayanan cepat, mudah, transparan, dan bebas praktik menyimpang

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, “Masyarakat menuntut pelayanan cepat, mudah, transparan, dan bebas praktik menyimpang”, itulah kalimat yang dilontarkan orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani sembari menggeberkan Gerakan Bangun Zona Integritas Babel atau Gerbang ZI Babel.

Peluncuran sekaligus deklarasi komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) digelar di Kantor Gubernur, Senin (9/6/2026).

“Pembangunan zona integritas harus dimaknai sebagai komitmen bersama membangun budaya kerja berintegritas dan berorientasi hasil,” kata Gubernur Hidayat Arsani.

Hidayat menyebut Gerbang ZI Babel sebagai jawaban atas tuntutan publik. “Masyarakat menuntut pelayanan cepat, mudah, transparan, dan bebas praktik menyimpang,” ujarnya.

Acara yang dikoordinasi Biro Organisasi Setda Babel itu dihadiri Asisten III Setda, para kepala OPD, pejabat administrator, tim reformasi birokrasi, dan tim penilai internal.

Gerbang ZI Babel jadi simbol gerakan bersama birokrasi bersih dan akuntabel. Tahap pertama, 12 perangkat daerah ditetapkan sebagai lokus Zona Integritas berdasarkan assessment dan rapor kinerja. Satu OPD berstatus WBK akan didorong naik kelas ke WBBM.

Gubernur minta 13 OPD itu jadi pionir. “Jadi role model bagi perangkat daerah lainnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan zona integritas bukan seremoni. “Keberhasilan tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Komitmen itu wajib diwujudkan lewat enam pengungkit yakni manajemen perubahan, perbaikan tata kelola, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, peningkatan layanan publik, dan budaya kerja ASN BerAKHLAK.

Dengan demikian, lewat Gerbang ZI Babel, Hidayat menargetkan seluruh OPD bertahap membangun Zona Integritas. Ia meminta pimpinan OPD jadi motor penggerak. “Ketika pelayanan lebih cepat, mudah, transparan, dan masyarakat percaya, sesungguhnya kita telah berhasil,” pungkasnya.

(Dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *