Cakrawalanational.news–Merawang, Sejumlah warga Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta akses jalan menuju kawasan perkebunan dibuka kembali. Jalan itu disebut telah digunakan masyarakat selama puluhan tahun.
Akses tersebut belakangan ditutup oleh pihak perusahaan yang disebut warga sebagai PT Kijang Jaya Mandiri (KJM). Penutupan itu memicu keberatan warga karena mengganggu aktivitas ke kebun dan lokasi tambang.
Warga menilai jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama menuju kawasan perkebunan. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari kebun dan aktivitas tambang timah di dalam kawasan itu.
“Kami sebagai masyarakat di situ merasa jalan tersebut memang wajib dibuka. Karena aktivitas masyarakat yang ada di dalam itu sangat banyak, ada yang menambang timah dan ada yang berkebun,” ujar salah seorang warga.

Menurut warga, dampak penutupan tidak hanya dirasakan satu-dua orang. Persoalan ini menyangkut hajat hidup sejumlah masyarakat. Warga meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti agar ditemukan solusi yang mengakomodasi kepentingan masyarakat dan perusahaan.
Warga juga menyoroti sikap PT KJM yang menganggap akses tersebut sebagai jalan pribadi perusahaan.
Masyarakat mempertanyakan dasar penutupan, mengingat jalur itu telah digunakan warga selama puluhan tahun.
“Ini harus ditindaklanjuti, karena keputusannya sepihak,” ujarnya.
Warga berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menyampaikan persoalan secara resmi. Tujuannya agar status dan fungsi jalan diperjelas.
Pemerintah Desa Merawang telah memfasilitasi rapat antara warga dan pihak perusahaan. Namun pertemuan belum menghasilkan kesepakatan. Masing-masing pihak masih mempertahankan pandangan.
Suasana sempat bersitegang saat pembahasan penutupan jalan. Pertemuan selesai tanpa keputusan final terkait pembukaan akses.
Dalam peliputan, wartawan juga sempat dilarang melakukan dokumentasi. Wartawan menjelaskan kehadirannya merupakan bagian dari tugas jurnalistik.
Warga berharap pemerintah desa dan kecamatan kembali memfasilitasi pertemuan lanjutan bersama PT KJM.
Bagi warga, jalan itu bukan sekadar jalur ke kebun, tetapi sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat bertahun-tahun. Mereka meminta kepastian akses, terutama bagi pemilik lahan di kawasan tersebut.
(DK)










Tinggalkan Balasan