Cakrawalanational.news-Jakarta, Iran mengklaim, menembak jatuh dua pesawat tempur militer Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/4/2026) waktu setempat ketika dalam mode pertempuran. Dua pesawat tempur AS yang ditembak jatuh Iran itu terdiri dari pesawat tempur Air Force A-10 Warthog dan jet tempur F-15E dalam kejadian terpisah namun dalam waktu yang berdekatan.
Namun, yang paling dramatis dan paling dipuji adalah jet tempur F-15E AS yang jatuh pada hari Jumat. Karena menjadi insiden pertama di mana pesawat tempur AS ditembak jatuh oleh Iran sejak kedua negara terlibat peperangan pada 28 Februari lalu.
Akibatnya, tentu ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Presiden Donald Trump yang memulai peperangan di Timur Tengah tersebut. Insiden ini pun memicu operasi penyelamatan dua pilot militer AS yang sangat berbahaya.

Selama beberapa hari terakhir militer Iran dan AS berlomba menemukan dua pilot F-15 yang selamat tersebut. Namun ironisnya, Trump mengeklaim militer AS berhasil menemukan dan menyelamatkan dua pilot AS tersebut dalam operasi yang paling berani dan berbahaya dalam sejarah Negeri Paman Sam.
Sementara itu, Iran menampik klaim Trump soal keberhasilan operasi penyelamatan pilot AS tersebut dengan melaporkan keberhasilan menembak dua helikopter dan satu pesawat militer Negeri Paman Sam yang tengah melakukan operasi penyelamatan.
Berikut fakta-fakta terkait penyelamatan pilot jet tempur F-15E AS yang dilansir New York Times :
1. Misi Penyelamatan Diklaim Berhasil Tanpa Korban
Presiden Donald Trump mengklaim misi penyelamatan yang berlangsung selama 2 hari ini berjalan sukses tanpa korban jiwa dari pihak AS.
Namun, Trump menyebut pilot yang telah diselamatkan pada Sabtu (4/4) waktu setempat mengalami luka-luka setelah menyelamatkan diri setelah ditembak jatuh dari Jet F-15E di wilayah barat daya Iran.
“Pilot yang menyelamatkan mengalami luka-luka, tetapi dia akan baik-baik saja,” kata Trump.
2. Pilot Ditemukan Navy Seal Bersembunyi di Celah Gunung
Misi penyelamatan yang juga dipimpin oleh Satuan Khusus Navy Seal 6 ini menemukan pilot AS tersebut bersembunyi di celah gunung di wilayah selatan Iran untuk menghindari pasukan Iran.
Sejumlah mantan dan pejabat militer AS yang masih aktif mengatakan pilot tersebut berusaha menghindari kejaran pasukan Iran selama lebih dari 24 jam.
Pasukan AS pun terus berusaha menggempur konvoi tentara Iran dengan bom dan peluru untuk menghindari Teheran dari lokasi pilot yang bersembunyi.
“Prajurit pengatur ini berada di gunung Iran yang berada di garis belakang musuh. Ia diburu oleh tentara Iran yang terus mendekat setiap jam,” kata Trump melalui akun sosial media miliknya.
3. Iran Sempat Buka Sayembara, AS Jumawa
Teheran sempat membuka sayembara pencarian terhadap pilot Jet F-15E AS yang berhasil ditembak jatuh. Iran juga menawarkan hadiah bagi mereka yang berhasil menemukan pilot tersebut.
Namun, meski pesawat militernya berhasil ditembak jatuh, Trump masih mengklaim kapabilitas AS masih berada jauh di atas Iran. Hal ini, kata dia, dilakukan dengan operasi penyelamatan yang berhasil tanpa ada korban jiwa.
“Fakta bahwa militer AS berhasil mengakhiri operasi ini tanpa ada warga Amerika yang terbunuh atau terluka adalah tanda bahwa kita masih mendominasi wilayah udara Iran,” ujar Trump.
Kendati demikian, bagaimana nasib pesawat tersebut?
Pesawat tempur A-10 Warthog jatuh di kawasan Teluk Persia tepatnya sekitar Selat Hormuz. Menurut dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, pilot tunggalnya berhasil menyelamatkan.
Pesawat tersebut dilaporkan jatuh pada waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian jet F-15E.
Namun, para pejabat AS ini tidak menjelaskan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Sementara itu, militer Iran menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil menghancurkan pesawat A-10 itu.
Perlu diketahui, pesawat A-10 Warthog merupakan pesawat pendukung yang dilengkapi meriam di bagian hidung yang mampu menembakkan 70 peluru kaliber 30 milimeter per detik. A-10 terbang pada ketinggian rendah dan kecepatan relatif lambat, yang memungkinkannya bertahan lebih lama di atas target di darat maupun laut, serta memberikan dukungan bagi pasukan darat yang sedang bergerak maju.
(Red)


.












