Baru.png

201 Anak di Pangkalpinang Masih Putus Sekolah, Pemkot Target “Zero Growth” ATS

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Sebanyak 201 anak di Kota Pangkalpinang masih tercatat tidak sekolah pada 2026. Jumlah itu diungkap saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendataan Anak Tidak Sekolah, Kamis (9/7/2026) di Ruang Mitro Sun Hotel Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Rapat dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pangkalpinang, Agustu Afendi. Ia hadir mewakili Wakil Walikota.

“Kita hari ini rapat koordinasi dan evaluasi terkait pendataan anak tidak sekolah di Kota Pangkalpinang tahun 2026,” kata Agustu.

Data itu berasal dari Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan. Pendataan sudah berjalan 2 tahun terakhir.

Agustu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pendataan tidak bisa hanya dari Dinas Pendidikan.

“Tahun 2026 ini kita akan sampai ke tingkat lapangan. Di kelurahan untuk melakukan verifikasi, dengan melibatkan RT/RW, PSM, berbagai stakeholder,” ujarnya.

Alasannya sederhana. RT/RW dan PSM paling tahu kondisi di lapangan. Termasuk keluarga desil 1 sampai 4 yang anaknya putus sekolah karena faktor ekonomi.

Target Pemkot jelas: zero growth. Ke depan tidak boleh ada lagi anak usia 7-18 tahun yang tidak mengenyam pendidikan.

“Ini bagian dari SPM. Standar Pelayanan Minimal. Anak wajib menerima akses pendidikan yang layak,” kata Agustu.

Pemkot menyiapkan dashboard ATS. Penginputan dilakukan langsung di kelurahan. Diskominfo dilibatkan untuk memperingan sistem.

“Data kita masukkan ke dashboard. Langsung online. Terintegrasi dengan Dapodik. Gampang kita lihat,” ujar Agustu.

Setelah terverifikasi, tim akan mendatangi rumah. Mencari tahu penyebab: ekonomi, tidak pernah sekolah, atau putus sekolah.

“Kalau sudah terdeteksi by name by address, gampang kita lakukan intervensi,” katanya.

Intervensi dilakukan bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Bentuknya bantuan alat sekolah, seragam, tas, buku di awal tahun. Untuk bulanan bisa bantuan transportasi.

“Pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan, jangan sampai anak ini tidak sekolah dengan alasan apa pun,” tegasnya.

Agustu meminta wali kelas proaktif. Jika ada siswa yang tidak masuk, langsung didata dan dilaporkan ke sekolah. Dari sekolah diteruskan ke kelurahan untuk diinput ke dashboard ATS.

“Jangan kita tidak kawal ini,” katanya.

Rapat juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Pangkalpinang dan Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *