Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, Walikota Pangkalpinang, Prof Saparudin membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Paskibraka Kota Pangkalpinang Tahun 2026. Pembukaan dilaksanakan hari ini di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung (Babel).
Dalam sambutannya, Saparudin menyebut peserta diklat merupakan siswa terpilih dari SMA negeri, swasta, dan SMK di Kota Pangkalpinang yang telah melalui proses penyaringan di sekolah masing-masing.
“Anak-anak ini adalah anak-anak yang terpilih, tersaring dari sekolah-sekolah mereka, baik di SMA negeri maupun swasta, maupun di SMK di Kota Pangkalpinang,” ujar Saparudin.
Menurutnya, pendidikan dan pelatihan ini tidak hanya fokus pada pembinaan fisik. Peserta juga dibekali wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pengetahuan kepemimpinan.

“Dengan pendidikan dan pelatihan ini, mereka tidak hanya dilatih fisik, tetapi juga diberikan wawasan-wawasan, terutama wawasan kebangsaan, serta pelatihan-pelatihan baik fisik maupun kedisiplinan,” katanya.
Saparudin menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Diklat bertujuan membentuk jiwa dan raga peserta menjadi individu yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta tanah air. Ia juga menyorot pentingnya penanaman nilai patriotisme dan nasionalisme di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
“Di era globalisasi saat ini, di mana pengaruh budaya asing sangat kuat, kita perlu menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebangsaan kita. Melalui pendidikan dan pelatihan ini, para calon Paskibraka dilatih untuk mengenal dan memahami sejarah perjuangan bangsa, serta arti penting bendera Merah Putih yang kita agungkan,” ujarnya.
Selama diklat, peserta akan menghadapi tantangan fisik dan mental. Materi meliputi baris-berbaris, tata cara pengibaran dan penurunan bendera, kerja sama tim, serta kepemimpinan. Saparudin berharap nilai disiplin yang dipelajari dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia meminta dukungan pelatih, tim kesehatan, dan pamong yang kompeten serta berintegritas. Dukungan orang tua dan sekolah juga disebut penting agar proses pembinaan berjalan optimal.
“Di penutup, kami ingin mengingatkan akan pentingnya pendidikan dan pelatihan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa. Mari kita bersama-sama mendukung inisiatif ini, agar generasi penerus kita dapat tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa,” tutupnya.
(HR75)










Tinggalkan Balasan