telkomsel

Setengah Kilometer Jalan Swadaya II Jadi ‘Kolam Lumpur’, Dinas SDABMBK Deli Serdang Pilih Bungkam

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Deliserdang, Ironi infrastruktur kembali mencoreng wajah Kabupaten Deli Serdang. Di tengah gencar-gencarnya pemerintah daerah memungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari kantong rakyat, fasilitas publik mendasar justru dibiarkan hancur.

Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di Jalan Swadaya II, Dusun VIII, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Akses jalan vital sepanjang 500 meter yang menghubungkan wilayah tersebut ke Jalan Pardamean, Desa Kolam, kini berubah wujud menjadi deretan kubangan air dalam yang menyerupai kolam lumpur.

Fakta Lapangan, Jebakan Lumpur Bagi Pengendara
Berdasarkan data visual kamera GPS warga per tanggal 17 Mei 2026, kondisi badan jalan hampir seluruhnya tertutup oleh genangan air kotor. Lubang-lubang besar dan dalam tersembunyi di balik keruhnya air, menciptakan risiko kecelakaan yang tinggi bagi pengguna jalan.Bagi pengendara roda dua, melintasi jalur ini ibarat bertaruh nyawa dan kendaraan:

-Kendaraan Mati Total: Puluhan sepeda motor dilaporkan mogok setiap minggunya akibat air kotor yang masuk ke dalam mesin.

-Kecelakaan Fisik: Pengendara tergelincir dan terjatuh ke dalam kubangan lumpur akibat hilangnya keseimbangan saat menghantam lubang yang tidak terlihat.

-Ancaman Keselamatan Anak Sekolah: Akses ini merupakan jalur utama anak-anak menuju sekolah, yang terpaksa bertaruh keselamatan setiap pagi dan siang hari.

Kewajiban Pajak Dituntut, Hak Infrastruktur Diabaikan
Masyarakat setempat menyuarakan kritik objektif namun tajam terkait ketimpangan ini. Sebagai warga negara, mereka telah memenuhi kewajiban hukum secara taat dengan membayar PBB tepat waktu. Namun, timbal balik berupa jalan layak pakai terkesan diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang selama bertahun-tahun.

“Kami rutin bayar pajak, tetapi mengapa fasilitas jalan utama untuk aktivitas ekonomi dan sekolah anak-anak kami dibiarkan rusak seperti ini? Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera mengambil tindakan nyata,” ujar salah satu warga yang kerap melintas dengan nada kecewa.

Pengabaian ini dinilai tidak hanya merugikan secara fisik, tetapi juga mencekik urat nadi perekonomian pedesaan. Mobilitas angkutan hasil bumi menjadi terhambat, yang pada akhirnya memicu pembengkakan biaya perawatan kendaraan bagi masyarakat kecil berpenghasilan rendah.

Bina Marga Deli Serdang Memilih Bungkam
Guna menjaga keberimbangan berita (cover both sides), jurnalis media ini telah melayangkan konfirmasi resmi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar, S.T., M.T.

Sejumlah pertanyaan krusial mengenai estimasi waktu penanganan, rencana alokasi anggaran perbaikan, hingga opsi solusi darurat bagi warga Kecamatan Percut Sei Tuan telah dikirimkan. Namun, hingga berita ini naik cetak, pihak Dinas SDABMBK Deli Serdang memilih bungkam dan belum memberikan jawaban maupun pernyataan resmi.

Masyarakat kini menunggu, apakah pemerintah daerah akan terus menutup mata atau segera menurunkan alat berat ke Desa Bandar Setia. Media ini akan terus mengawal dan memperbarui informasi terkait hak infrastruktur warga Percut Sei Tuan.
(M. Habil Syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *