telkomsel

Luncurkan Aplikasi Stimulus di SMP 10, Prof Udin: Jangan Lagi Lempar Sekolah Gara-gara Tak Lulus

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Kalau zaman kami dulu, melihat di papan pengumuman. Men ndak lulus, mulai ngelimpar sekolah, celetuk Walikota Pangkalpinang Profesor Saparudin, dengan bahasa daerah seraya disambut tawa siswa dan guru SMP Negeri 10, Selasa 2 Juni 2026.

Prof Udin panggilan akrabnya, hadir untuk meluncurkan Sistem Informasi Pengumuman Kelulusan (Stimulus), inovasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Lewat program konsep Smart City itu, siswa bisa melihat pengumuman hasil ujian secara online. “Tidak perlu lagi melihat ke sekolah di papan pengumuman. Sekarang kalau ndak lulus, nangis di rumah be,” kelakarnya. Ia berharap semua siswa sukses lanjut ke SMA, SMK, Madrasah Aliyah, atau pesantren.

Kunjungan Prof Udin bertepatan dengan Festival Budaya Nusantara di SMP 10. Setiap kelas memegang satu budaya. “Ini sebuah kreativitas, sebuah inovasi,” pujinya. Menurut dia, anak hari ini harus diajarkan berpikir, bertindak, berkreasi. “Jangan kita bebankan mereka dengan kata tidak. Ndak pacak. Ndak bisa. Ndak usah. Kurangi mengatakan kata tidak kepada anak-anak kita.”

Ia minta sekolah perbanyak kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. “Semakin banyak kegiatan, baik dari inspirasi kepala sekolah, guru, maupun siswa, itulah yang akan memberikan bekal agar anak-anak kita tampil dengan jati diri dan prestasi,” tegas Prof Udin.

Aplikasi ini bagian dari pengembangan program konsep Smart City yang disebutnya sebagai permulaan. “Kita tunggu tahun-tahun yang akan datang akan ada aplikasi berikutnya, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses informasi Pemkot Pangkalpinang,” ujarnya.

Prof Udin juga tak segan memuji SMP 10. “Saya masuk sekolah ini, saya merasakan sangat nyaman, bersih, rapi. Tepuk tangan dulu buat SMP Negeri 10,” katanya.

Ia promosikan sekolah itu ke warga sekitar. “Jangan mikir mau sekolah di SMP 1 atau SMP 2. Sudah ada SMP 10 yang memiliki prestasi luar biasa. Bahasa Indonesianya 9, matematikanya 7 ujian nasionalnya”, pungkasnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *