Cakrawalanational.news-Asahan, Dugaan buruknya pelayanan kesehatan di RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran kembali mencuat. Seorang pasien anak berusia 7 tahun, Yasmin Nazwa Munibah, meninggal dunia di ruang rawat inap pada Senin (2/11/2026).
Keluarga menduga korban meninggal karena tidak mendapatkan penanganan kegawatdaruratan saat kondisinya kritis.
Ayah korban, Irfansyah, warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kota Kisaran Timur, mengatakan kondisi putrinya sudah memburuk dan sekarat sejak pukul 10.00 WIB.
Menurut Irfansyah, ia telah berulang kali meminta pertolongan kepada perawat yang berjaga, namun tidak ada tindakan medis darurat yang dilakukan.
“Anak saya sudah sekarat di depan mata saya. Saya minta tolong, tapi tidak ada tindakan. Tidak dibawa ke IGD, tidak ada alat bantuan. Jawaban suster dan perawat selalu sama, katanya tunggu dokter, tunggu dokter. Menunggu dokter yang tak kunjung datang sampai anak saya meninggal,” ujar Irfansyah kepada wartawan, Selasa (3/11/2026) dengan suara bergetar.
Kekecewaan keluarga memuncak setelah mendapat informasi 10 menit sebelum korban menghembuskan napas terakhir. Dokter jaga yang ditunggu disebut berinisial dr. A, berada di rumah dinas yang jaraknya hanya sekitar 10 meter dari ruang rawat inap.
“Di saat anak saya emergency, dokternya ada di rumah dinas hanya beberapa meter dari kamar, tapi tak kunjung datang. Di mana tanggung jawab pihak RSUD HAMS Kisaran?” tegas Irfansyah.
Irfansyah menegaskan ia bersuara agar kejadian serupa tidak terulang pada pasien lain. Ia meminta Bupati Asahan untuk mengevaluasi total manajemen RSUD HAMS Kisaran.
“Cukup saya dan keluarga yang jadi korban. Jangan sampai ada anak-anak lain yang membutuhkan pertolongan darurat diperlakukan seperti ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt. Direktur RSUD HAMS Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (3/11/2026) pukul 11.19 WIB.
(Heri Setiadi)










Tinggalkan Balasan