Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya menyebut sekitar 400 nelayan di Pangkalpinang mengalami krisis BBM subsidi selama 21 hari.
Hal itu disampaikan Didit usai audiensi dengan kelompok nelayan Pangkalpinang yang diketuai Ferdiyansyah di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026).
“Permasalahan utamanya nelayan kekurangan pasokan BBM subsidi, solar dan pertalite, selama hampir 21 hari akibat ketiadaan stok,” ujar Didit.

Berdasarkan pendataan, total kekurangan BBM yang dibutuhkan mencapai 420.000 liter.
Didit mengatakan pihaknya telah menghubungi Wijaksono selaku General manager (GM) selaku Penanggung Jawab Pertamina Bangka Belitung. Pertamina katanya, siap menyalurkan kekurangan tersebut dengan catatan Dinas Kelautan Kota Pangkalpinang segera menyelesaikan administrasinya.
“Penyaluran dan distribusinya akan dikoordinasikan langsung oleh Dinas Kelautan Pangkalpinang bersama Pertamina agar tepat sasaran,” ungkap Didit.
Untuk solusi jangka panjang, DPRD bersama pihak terkait berencana menjadwalkan pertemuan dengan BPH Migas.
“Kami akan usulkan penambahan kuota BBM subsidi, solar dan pertalite, bagi nelayan dan wilayah Bangka Belitung secara keseluruhan agar kebutuhan di 2027 dapat terpenuhi,” pungkasnya.
(HR75)










Tinggalkan Balasan