Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, Kandang sapi Haji Bador dan Haji Kurdi di Ampui diprotes warga. Aduan soal bau dan gangguan lingkungan masuk lewat pemberitaan media.
Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Kadis Pantan) Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Samri, langsung turun. “Kami cek ke lapangan kemarin,” kata Samri, Senin (8/6/2026) di Kantor Walikota Pangkalpinang.
Hasilnya, kandang sudah kosong. “Sapi habis. Dipotong semua. Lebaran kemarin memang penuh,” ujarnya.

Kandang di Ampui dan Air Mawar hanya tempat transit. Sapi impor dari Australia dikarantina sebentar sebelum dipotong di RPH. “Sekarang tidak ada sama sekali,” kata Samri.
Ia was-was soal stok. “Tahun ini kita bisa krisis sapi. Barang langka, harga mahal. Sapi kebanyakan dari Australia,” ucapnya.
Soal aduan bau, Samri mengaku sudah 7 tahun mengawasi kandang Bador. “Masyarakat tidak ada komplain. Sudah kami tanya, mereka tidak terganggu,” klaimnya.
Meski begitu, perbaikan tetap disarankan. “Saluran limbah sudah dibenahi Bador. Ke depan harus lebih baik lagi,” kata Samri. Kondisi kandang kini bersih. “Tapi baunya ya tetap ada,” akunya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, memastikan pemkot tak lepas tangan. “Kita akan datangi bersama OPT. Lengkapi yang kurang. Misal drainase, seperti kata Pak Kadis,” ujar Juhaini.
Rapat koordinasi digelar Dinas Pangan dan Pertanian. Hadir Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim, Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan, Camat Pangkalbalam, Lurah Ketapang, dan Lurah Ampui.
(HR75)











Tinggalkan Balasan