Baru.png

Gempa 7,7 M Guncang Flores, 53 Orang Meninggal Dunia

banner 120x600

Cakrawalanational.newsMaumere, Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Saat ini, 53 orang dikonfirmasi meninggal dunia, sembari menunggu berita terupdate. Sebagian besar korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, selain korban meninggal, terdapat 2 orang luka berat dan 11 luka ringan. Sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri.

“Sebanyak 53 orang dikonfirmasi meninggal dunia, dua luka serius, 11 luka ringan dan sekitar 2.000 orang melakukan evakuasi mandiri,” kata Suharyanto kepada wartawan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di Flores pada kedalaman 15 km. Pergerakan sesar naik atau thrust fault menyebabkan guncangan kuat.

Puluhan gempa susulan terjadi, dengan kekuatan terbesar magnitudo 6,1. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir, terutama Kabupaten Nagekeo yang terdekat dengan pusat gempa. Warga berlarian ke tempat tinggi.

Peringatan tsunami dicabut tiga jam kemudian setelah tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan.

“Kami telah berakhir (peringatan tsunami), tetapi kami akan terus memantau ketinggian muka air laut,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan tim belum bisa menjangkau Nagekeo karena akses jalan tertutup longsor dan komunikasi terputus. Upaya dilakukan melalui jalur laut dengan kapal feri.

Tim SAR sebelumnya menemukan 20 korban meninggal di empat kota di NTT, salah satunya Maumere. Dua orang dilaporkan selamat setelah ditemukan di dalam reruntuhan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut setidaknya 5 orang meninggal saat tertimpa bangunan saat tidur.

BNPB menyebut kerusakan terjadi pada rumah warga, gudang, dan kantor pemerintahan. Listrik padam dan terjadi kemacetan parah di sejumlah titik. Guncangan juga dirasakan hingga NTB dan sebagian Sulawesi Selatan selama sekitar satu menit.

“Gempa sangat besar, guncangannya kuat sekali. Saat itu kami sedang beristirahat di rumah bersama keluarga,” kata Nona, 51, warga Desa Talibura. Seraya mengatakan ada 13 orang di dalam rumah dan semuanya berlarian menyelamatkan diri.

Sementara BNPB bersama Basarnas, TNI, dan Polri mengerahkan tim gabungan untuk pencarian dan evakuasi. Beberapa warga diduga masih terjebak di dalam bangunan.

Diketahui, wilayah Indonesia rawan gempa karena berada di “Cincin Api” Pasifik. Flores pernah diguncang gempa 7,7 M pada 1992 yang memicu tsunami dan menewaskan sekitar 2.500 orang.

Sebaran Korban Jiwa
Kabupaten Manggarai: 25 jiwa
Kabupaten Manggarai Timur: 20 jiwa
Kabupaten Sikka: 4 jiwa
Kabupaten Ende: 2 jiwa
Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
Kabupaten Nagekeo: 1 jiwa

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *