Cakrawalanational.news-Banggai, Pemangkasan anggaran dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp. 10.28 triliun, memaksa pemerintah melakukan efesiensi anggaran pada berbagai program bantuan, dan ini berdampak lansung pada sektor pembangunan dan sektor pertanian, karena sektor pertanian membutuhkan dana untuk tanaman pangan dan hortikultura.
Pemangkasan anggaran tersebut berdampak pula di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tenggah, seperti yang dikatakan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Banggai Hendra Saadjad, SP, MP dikatakanya, karena efesiensi anggaran, pada tahun 2026 ini untuk bantuan jagung hanya 900 kilo, yang bisanya mencapai 12 hingga 15 ton. Namun dari APBN ada bantuan jagung sebanyak 41 ton untuk 2.710 hektar bagi 147 kelompok dan bantuan jagung tersebut masih dalam proses penyaluran, tuturnya Kamis (21/5/2026).
Bantuan jagung yang sudah tersalurkan kata Hendra yakni di Kecamatan Simpang Raya, Kecamatan Nuhon, Kecamatan Pagimana, Kecamatan Kintom, Kecamatan Batui yang lainnya sementara dalam proses penyaluran.
“Alhamdulilah berkat lobi dari Bupati Banggai H. Ir Amirudin, SP. MP dan Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Banggai Subhan Lanusi, MP serta kami ke Kementerian Pertanian, maka kami diperintahkan untuk memilih komoditi yang disukai. Olehnya itu kami memilih komoditi jagung jenis hibrida NK Juara,” ujar Kapala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Hendra Saadjad, SP. MP.
Alasan kami memilih komoditas jagung jenis NK juara sebut Kabid Hendra, karena para petani kita yang ada di Kabupaten Banggai ini, karena baik digunakan oleh para petani yang areal kebun mereka berada di ketinggian. Sementara rata-rata para petani kita di Kabupaten Banggai ini lahan pertanian mereka berada diketinggian.
Disamping itu juga, benih jagung hibrida jenis NK ini merupakan salah satu varietas unggulan yang populer di Indonesia. Jagung ini dikenal tahan terhadap penyakit bulai, memiliki batang yang kokoh, dan hasil panen yang tinggi.
Bagi para petani yang bermohon bantuan jagung diareal persawahan, itu tidak bisa karena akan berpengaruh di luas tambah tanamnya jagung, karena masuk di areal tanam sawah. Jadi tidak ada perluasan areal tanam baru sebab kami setiap hari membuat laporan ke Kementerian Pertanian (Kementan) terkait luas tambah tanam. Dan untuk sentra jagung terbesar di Kabupaten Banggai ada di Kecamatan Bualemo, Kecamatan Nuhon dan Kecamatan Batui Selatan, pungkas Hendra Kabid tanaman pangan.
(Muis/CNN)












Tinggalkan Balasan