Baru.png

Dari Bidikmisi UBB ke Beasiswa MEXT Jepang: Perjalanan Marhan Ebit Saputra Lanjutkan Doktoral di Kyutech

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Merawang Bangka, Alumni Fisika Universitas Bangka Belitung (UBB), Marhan Ebit Saputra, meraih beasiswa pemerintah Jepang (MEXT) untuk melanjutkan studi doktoral di Graduate School of Life Science and Systems Engineering, Kyushu Institute of Technology (Kyutech), Jepang.

Mahasiswa angkatan 2017 yang masuk UBB lewat Bidikmisi ini akan menempuh PhD selama tiga tahun, Oktober 2026 – 2029, dengan fokus pengembangan functional nanomaterials untuk aplikasi biomedis.

Capaian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang prestasi global. Marhan lulus Sarjana Fisika UBB tahun 2021 dengan predikat cumlaude IPK 3,68. Ia kemudian melanjutkan Magister Fisika di UGM dengan riset nanomaterial magnetik untuk magnetic hyperthermia.

“Fisika mengajarkan saya bukan hanya teori dan perhitungan, tetapi bagaimana berpikir sistematis, menganalisis permasalahan, dan mencari solusi berdasarkan data,” ungkap Marhan, dikutip dari Humas UBB, Kamis (2/10/2026).

Di Kyutech, riset doktoralnya merupakan kelanjutan dari magister: pengembangan material berbasis magnetit Fe₃O₄ dalam sistem komposit dan mikrokapsul untuk kebutuhan biomedis.

Jepang dipilih karena ekosistem riset teknologi yang kuat dan kesesuaian laboratorium di Kyutech dengan topik risetnya.

Perjalanan meraih MEXT tidak instan. Sebelum lolos, Marhan sempat gagal seleksi di NAIST, MEXT periode sebelumnya, dan beberapa universitas Taiwan.

“Keberhasilan ini bukan hasil dari satu proses seleksi, tetapi akumulasi dari berbagai percobaan, evaluasi, dan proses belajar,” ujarnya.

Ia memperbaiki research proposal, kemampuan bahasa Inggris, komunikasi dengan calon supervisor, hingga teknik wawancara. Kunci yang ditekankan: kesesuaian proposal dengan keahlian supervisor dan fokus lab tujuan.

“Gagal dalam satu seleksi bukan berarti gagal dalam perjalanan. Bisa jadi kita hanya sedang diarahkan menuju kesempatan yang lebih tepat,” tuturnya.

Marhan berpesan kepada mahasiswa UBB, khususnya Fisika, untuk berani mencoba sejak dini, membangun pengalaman penelitian, dan tidak menunggu merasa sempurna.

“Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mencoba. Setiap proses tersebut justru membantu saya memahami kekurangan dan memperbaiki diri,” pesannya.

Usai doktoral, ia berharap kembali berkontribusi di Indonesia lewat akademik dan riset, membangun kolaborasi internasional, dan membuka jalan bagi mahasiswa daerah untuk studi ke luar negeri.

(Db)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *