Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D, membuka Gerakan Ibu Hamil Sehat Tingkat Kota Pangkalpinang 2026 di Wilhelmina Park, Taman Sari, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini dikoordinir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang dan dihadiri ibu hamil, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Kepala Dinkes, Kepala DP3AKB, dan tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Walikota yang akrab panggilan Udin ini menekankan tiga pilar ibu hamil sehat: sehat jasmani, rohani, dan lingkungan.
“Kalau disebut gerakan itu berarti dia sesuatu yang dinamis. Jadi ibu hamil harus sehat secara jasmani, rohani, dan juga lingkungan,” ujar Udin membuka sambutan.

Untuk jasmani, ia mengingatkan pentingnya asupan gizi seimbang, vitamin, protein, dan karbohidrat.
“Apa yang dimakan ibunya, itulah yang dimakan oleh bayinya. Apa yang diminum oleh ibunya, itulah yang diminum oleh bayinya,” katanya.
Udin menjelaskan, janin sudah lengkap organ tubuhnya saat usia kehamilan sekitar 4 bulan dan mulai bisa merespon lingkungan.
“Bayi itu sudah lengkap ketika ibu hamil kira-kira 4 bulan. Sudah punya otak, tangan, semua anggota tubuhnya sudah lengkap. Dia sudah bisa mendengar, melihat, dan merasakan,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga rohani dan perilaku ibu selama hamil.
“Kalau ibunya sering senang ngaji, anaknya juga insyaallah senang ngaji. Kalau ibunya senang baca buku, nanti anaknya juga senang baca buku,” ucapnya, disambut tawa peserta.
Selain jasmani dan rohani, Saparudin juga mengingatkan faktor lingkungan bersih untuk mencegah stunting.
“Lingkungan di rumahnya harus bersih. Udara yang kotor, kebersihan yang tidak baik sangat mempengaruhi ibu hamil. Anak-anak yang dilahirkan tidak menjadi stunting,” tegasnya.
Ia menyebut angka stunting di Pangkalpinang masih ada dan harus dicegah sejak masa kehamilan.
Saparudin mengapresiasi Dinkes Kota Pangkalpinang yang menggagas kegiatan tersebut, termasuk pemberian vitamin dan edukasi bagi ibu hamil.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang digagas Dinkes. Ini menjadi momentum untuk menyebarkan informasi agar anak yang dilahirkan sehat secara lahiriah maupun batiniah,” pungkasnya.
(HR75)










Tinggalkan Balasan