Baru.png

Arkhan Athaya Kembali Persembahkan 2 Emas untuk Babel di Kejuaraan Karate Internasional Yogyakarta

banner 120x600

Cakrawalanational.newsYogyakarta, Nama kecil dari Pangkalpinang kembali mengharumkan Kepulauan Bangka Belitung (Babel. Arkhan Athaya Ramadhan, 9 tahun, atlet karate GSKC Babel, untuk kedua kalinya menyabet 2 medali emas dalam ajang Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup, 28-30 Agustus 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dengan semangat dan gerakan yang tegas, siswa kelas 4A SDN 1 Pangkalpinang itu naik podium tertinggi di kelas Open Usia Dini Komite +30 kg.

Keberhasilan Arkhan tidak datang tiba-tiba. Di bawah tempaan Sensei Surti Omiya, ia tampil percaya diri di tengah 5.100 atlet dari 191 kontingen se-Indonesia. Tak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti atlet dari Filipina, Nigeria, India, Sri Lanka, dan lainnya.

“Anak ini punya mental juara. Latihan keras dan disiplin yang digembleng Sensei Surti Omiya terbukti di arena,” kata salah satu ofisial GSKC Babel.

Ini bukan emas pertama Arkhan untuk Babel. Sebelumnya, di ajang bergengsi Senkaido Open International Championship Series VII di Jakarta, ia juga mempersembahkan 2 medali emas.

Di Yogyakarta 2026, Sensei Surti Omiya menurunkan 10 atlet GSKC Babel. Hasilnya: 1 emas dan 1 perunggu di kelas Open Usia Dini Komite +30 kg, serta 10 medali emas di kelas Festival.

Raihan itu menjadi bukti pembinaan karate usia dini di Babel mulai menunjukkan taring di level nasional bahkan internasional.

Namun di balik gemilangnya prestasi, pembinaan atlet daerah seperti Arkhan masih berjuang. Fasilitas, biaya keberangkatan, hingga dukungan pembinaan berkelanjutan kerap menjadi tantangan utama bagi atlet dan pelatih di daerah.

Arkhan membuktikan, talenta besar bisa lahir dari mana saja. Yang dibutuhkan hanyalah ketekunan, pelatih yang konsisten, dan dukungan sistem yang tidak memadamkan semangat anak-anak daerah.

Dengan dua emas di tangan, Arkhan pulang ke Pangkalpinang bukan hanya membawa medali. Ia membawa harapan bahwa Babel bisa terus melahirkan juara, asal diberi ruang dan kesempatan yang sama.

(Hairul.A.J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *