Baru.png

Bimtek di Padang, Evi Yandri Dorong Tokoh Adat Jadi Pendamping Keluarga dan Calon Pengantin

banner 120x600

Cakrawalanational.news–Padang, Penguatan ketahanan keluarga dinilai tidak cukup hanya mengandalkan komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan serta keterlibatan tokoh adat. Di Sumatera Barat, peran ninik mamak dan bundo kanduang menjadi bagian penting dalam membimbing keluarga sekaligus menjaga nilai-nilai luhur adat Minangkabau.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dalam Pendampingan Keluarga dan Calon Pengantin yang dibuka Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., di salah satu hotel di Kota Padang, baru-baru ini.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ninik mamak dan bundo kanduang agar mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada keluarga, terutama pasangan yang tengah mempersiapkan diri memasuki kehidupan pernikahan.

Dalam kehidupan bermasyarakat di Minangkabau, ninik mamak memiliki tanggung jawab membimbing kemenakan, sedangkan bundo kanduang berperan dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, menjaga keharmonisan keluarga, serta meneruskan tradisi dan budaya kepada generasi berikutnya.

Keterlibatan kedua unsur adat tersebut diharapkan dapat membantu calon pengantin memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga menyatukan dua keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan tanggung jawab yang berbeda.

Melalui pendampingan yang tepat, pasangan diharapkan memiliki kesiapan mental dan sosial dalam membangun rumah tangga, termasuk kemampuan berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan tanggung jawab bersama.

Bimtek ini juga menjadi bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Evi Yandri Rajo Budiman selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran tokoh adat dalam kehidupan sosial, khususnya dalam mendukung pembangunan keluarga yang harmonis dan berketahanan.

Penguatan kapasitas tokoh adat dinilai penting agar pendampingan yang diberikan kepada keluarga dan calon pengantin dapat berjalan lebih terarah serta sesuai dengan tantangan kehidupan modern. Nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun diharapkan tetap relevan dalam membangun hubungan keluarga yang saling menghormati dan bertanggung jawab.

Selain itu, sinergi antara keluarga, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak serta pembentukan karakter generasi muda.

Keluarga yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Karena itu, upaya menjaga ketahanan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pasangan suami istri, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai unsur masyarakat.

Melalui kegiatan ini, penguatan peran ninik mamak dan bundo kanduang diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan adat Minangkabau sekaligus membangun keluarga yang siap menghadapi perubahan zaman.

Dengan demikian, nilai-nilai adat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, generasi yang berkarakter, dan masyarakat yang bermartabat.

Adat kuat, keluarga hebat, generasi bermartabat.

(Ril/CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *