Cakrawalanational.news-Sungailiat, SMAN 2 Sungailiat, sekolah negeri baru seluas 3,8 hektare yang diresmikan 24 Desember 2024, ternyata mengalami krisis air bersih selama hampir dua tahun.
Krisis itu baru teratasi setelah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, membangun satu unit sumur bor sedalam 34 meter menggunakan dana pribadi. Bantuan itu diserahkan langsung di sekolah, Jalan Matras Lama, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat Bangka, Senin (12/10/2026).
Gubernur hadir didampingi Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, Asisten I Setda, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kadis Kominfo, serta Kepala Biro Umum dan Biro Adpim Setda Babel.
Fakta di lapangan menunjukkan perencanaan infrastruktur dasar sekolah ini bermasalah.
Sejak diresmikan, SMAN 2 Sungailiat yang menampung 405 siswa hanya mengandalkan sumur lama sedalam 17 meter. Debitnya tidak mencukupi, terutama saat kemarau panjang.

Akibatnya, pihak sekolah harus membeli air tangki 1.000 liter setiap hari untuk kebutuhan sanitasi, wudu di musala, dan operasional empat toilet.
Bahkan, dalam kondisi terparah, siswa diimbau membawa air bersih 1,5 liter per hari dari rumah masing-masing.
Kepala SMAN 2 Sungailiat mengakui kondisi tersebut sangat menyulitkan proses belajar mengajar.
Menanggapi kondisi itu, Gubernur Hidayat Arsani menyebut ketersediaan air bersih adalah faktor krusial untuk menunjang kegiatan belajar, menjaga kebersihan, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Dalam melakukan pembangunan gedung sekolah, sumber air harus dipersiapkan terlebih dahulu. Percuma gedung bagus dan megah jika tidak didukung sumber air, listrik yang cukup, serta fasilitas kebutuhan dasar lainnya,” tegas Hidayat.
Menurut Gubernur, semua pembangunan sarana pendidikan harus direncanakan dengan matang agar manfaatnya dirasakan guru dan siswa.
Sebagai tindak lanjut, tim Gubernur melakukan survei lokasi pada 22 Agustus 2026 dan merampungkan pembangunan sumur bor 34 meter pada 5 September 2026. Kini sekolah tidak perlu lagi membeli air harian.
Selain sumur bor, Gubernur juga berkomitmen menambah empat unit pendingin ruangan (AC) untuk kenyamanan belajar.
“Tim saya akan menyiapkan bantuan empat unit AC, agar guru dan siswa tidak lagi kepanasan,” ujar Hidayat.
Kepala SMAN 2 Sungailiat menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Babel yang telah memenuhi kebutuhan air di Sekolah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah hadir dan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air kami. Sebelumnya saat peresmian kami masih kekurangan air. Alhamdulillah, perhatian dan bantuan ini sangat berarti, semoga menjadi amal jariyah,” ungkapnya.
(Dn)










Tinggalkan Balasan