Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, Rabu (26/8/2026) PT TIMAH Tbk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Emergency Response Team (ERT). Sejak Januari hingga 25 Agustus 2026, tim pemadam perusahaan itu telah 97 kali turun memadamkan api.
Penanganan dilakukan di sejumlah wilayah operasional, meliputi Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, hingga Kundur. Kehadiran ERT dinilai mempercepat pemadaman, terutama saat cuaca panas dan kering meningkatkan risiko karhutla.
Kepala Satpol PP Provinsi Babel Budi Utama mengapresiasi keterlibatan PT TIMAH. Ia menyebut penanganan kebakaran butuh keterlibatan semua pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah semua stakeholder termasuk PT TIMAH sudah dipertemukan. PT TIMAH sangat luar biasa dalam membantu kami mempercepat pemadaman karhutla, terutama di musim El Nino Godzilla ini,” kata Budi, Selasa 26 Agustus 2026.
Menurutnya, tim pemadam PT TIMAH memiliki respons cepat. Koordinasi dilakukan melalui grup komunikasi “Si Jago Merah Bangka Belitung” untuk mempercepat informasi dan penanganan.
PT TIMAH mengoperasikan 6 armada pemadam yang ditempatkan di beberapa titik. Dua unit di Pangkalpinang, dua di Kabupaten Bangka, satu di Kundur, satu di Mentok Bangka Barat, serta dua unit lagi di Belinyu dan Sungailiat.
Budi menyebut kontribusi PT TIMAH sangat terasa di wilayah utara Bangka dan Bangka Barat.
“Untuk membantu terutama di wilayah utara, Kabupaten Bangka, responsnya luar biasa. Begitu juga di Kabupaten Bangka Barat sangat membantu,” ujarnya.
Ia menegaskan tantangan karhutla tidak bisa dihadapi satu instansi. Kolaborasi menjadi kunci agar api tidak meluas.
“Jika semua stakeholder, baik BUMN, vertikal maupun pemerintah, sudah bersatu untuk membantu sesama, insyaallah kita akan lebih kuat dalam menghadapi cuaca atau musim El Nino Godzilla ini,” katanya.
Salah satu kendala di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Satu armada biasanya membawa 4-5 ton air. Jika habis dan tidak ada suplai, petugas butuh 15-30 menit untuk mengisi ulang.
Karena itu, pola kerja bersama melalui tim Si Jago Merah penting. Pemerintah juga menggandeng Perumda Air Minum untuk membuka hidran di sejumlah titik guna mempercepat pengisian.
Budi mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan segera melapor jika melihat tindakan sengaja memicu api.
“Mohon kepada seluruh masyarakat, stop, berhenti untuk jahil ataupun sengaja. Jangan usil. Kalau ada yang melihat orang yang sengaja, tolong dibantu untuk penangkapan agar ada efek jera,” tegasnya.
Ia berharap sinergi Pemprov Babel, PT TIMAH dan stakeholder lain tidak hanya saat musim kemarau.
“Selanjutnya kita jangan sampai di musim El Nino ini saja, tetapi ke depannya juga kita tetap bersinergi karena ini adalah nyawa masyarakat kita. Di sini ada efek sosial dan ekonomi juga,” ujarnya.
(HR75)










Tinggalkan Balasan