Baru.png

Dilantik Hashim, Srikandi Jaga Desa Janji Kawal Program Prabowo di Desa

Hashim: Jangan sampai program yang tujuannya mulia gagal karena lemah pengawasan

banner 120x600

Cakrawalanational.newsJakarta, Tepat pukul 19.15 WIB, Hashim S. Djojohadikusumo mengetuk palu di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat malam (3/7/2026).

Dengan ketukan itu, ribuan perempuan dari Srikandi Jaga Desa resmi dikukuhkan. Dari DPP, DPD, hingga DPC. Dari Aceh hingga Papua. Mereka mendapat satu mandat: turun ke desa, mengawal program pemerintah.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera”, pelantikan ini menjadi penanda. Peran perempuan tidak lagi di dapur. Kini mereka ada di garis depan pengawasan pembangunan desa.

Srikandi Jaga Desa adalah organisasi sayap ABPEDNAS. Lahir untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan, pemberdayaan, dan memastikan tata kelola desa berjalan transparan dan akuntabel.

Malam itu, Ella Nurlaela Tubagoes resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP. Di bawah komandonya, pengurus tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota disumpah bersamaan.

Hadir pula sejumlah pejabat negara. Wakil Jaksa Agung RI, para menteri, wakil menteri, hingga jajaran komisaris dan direksi BUMN.

Kursi VVIP juga diisi kepala daerah. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Maluku Sherly Laos tampak hadir. Sherly bahkan dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa.

Acara dimulai pukul 18.30 WIB. Pembuka dengan tari tradisional. Dilanjut pembacaan SK dan susunan pengurus oleh Sekjen ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana.

Puncaknya, Hashim naik ke panggung didampingi Prof. Dr. Reda Manthovani untuk memimpin prosesi pelantikan dan pengukuhan.

Dalam pidato tunggalnya, Hashim mengapresiasi semangat Srikandi. Ia menyebut pelantikan ini bertepatan dengan dimulainya program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Tiga program disebutnya langsung: Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

“Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan. Salah satunya MBG untuk menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa. Tapi kalau tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tidak maksimal,” ujar Hashim.

Ia menekankan satu hal. Keberhasilan program pemerintah ada di tangan pengawasan masyarakat.

“Jangan sampai program yang tujuannya mulia gagal karena lemah pengawasan. Mari kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa,” tegasnya.

Usai pelantikan, acara berlanjut ke penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. Di atas panggung yang sama, Ketua Umum ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama dan Ketua Umum SMSI Firdaus bertukar naskah PKS.

Kerja sama ini punya 2 poin penting. Pertama, SMSI yang menaungi sekitar 3.181 perusahaan media siber di Indonesia akan mendukung penuh pelaksanaan program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa.

Kedua, ABPEDNAS dan SMSI akan membentuk Pokja News Room Jaga Desa di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Ini langkah strategis. Kita butuh publikasi, edukasi, dan pengawasan dari media agar program desa tidak menyimpang,” ujar Indra Utama.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan. Menyatukan pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, BPD, media, dan masyarakat. Tujuannya satu: tata kelola desa yang bersih dan berpihak pada kesejahteraan.

Pelantikan Srikandi Jaga Desa dan penandatanganan PKS ini menjadi tonggak baru. Perempuan dan media siber kini secara resmi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal desa menuju maju, mandiri, dan sejahtera.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, hiburan, dan sesi foto bersama. Megah dan meriah.

(HR75)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *