telkomsel

Taman Rp996 Juta di Koba Rusak Sebelum Setahun, Lelang Hanya Satu Peserta

Jogging Track Retak Tiap Sekitar 3 Meter, PPK DLH Bangkatengah Bungkam

banner 120x600

Cakrawalanational.newsKoba, Taman Milenial Adhyaksa di eks Komplek PT Koba Tin, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), rusak parah padahal belum genap setahun dibangun. Proyek Rp996.901.037,99 dari APBD 2025 itu kini jadi sorotan, Rabu (10/6/2026).

Pantauan di lokasi Minggu lalu, sejumlah tempat duduk beton pecah. Jalur jogging track yang dicor retak hampir tiap 2 hingga 3 meter. Penutup drainase di beberapa titik ambles.

Kondisi penghijauan juga memprihatinkan. Banyak tanaman hias mati. Yang hidup kerdil. Warga menduga media tanam tak sesuai spesifikasi. “Kemungkinan tidak ada pemberian humus yang memadai,” kata seorang warga Koba yang tiap sore ke taman.

Dokumen PPK 26 September 2025 menyebut taman ditargetkan jadi ruang terbuka hijau (RTH) yang sehat, edukatif, dan mendorong ekonomi warga. Namun realisasinya jauh. “Kegiatan masyarakat belum optimal. Nilai estetikanya kurang. Sangat disayangkan anggarannya hampir Rp1 miliar,” ujar warga yang minta namanya tak disebut.

Kejanggalan muncul dari LPSE Bangka Tengah. HPS proyek Rp1 miliar. Lelang hanya diikuti satu peserta: CV Ardilan Bersaudara, Jakarta Timur. Perusahaan itu menang dengan penawaran Rp996.901.037,99.

Ironisnya, selisih dengan HPS cuma Rp3.098.962,01 atau 0,31 persen. Turun tipis, tak sampai 1 persen. Sumber dari kalangan kontraktor lokal mengaku mundur teratur. “Syaratnya berat. Kami merasa peluang kecil. Ada anggapan peserta tertentu sudah dapat sinyal lebih dulu dari pihak terkait,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah, Ari Yanuar Prihatin sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memberi tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirim belum dibalas hingga berita ini tayang.

Warga minta evaluasi total. “Kalau dibiarkan, anggaran besar ini mubazir. Tidak ada manfaat maksimal,” ujar warga tadi. Proyek dikerjakan CV Ardilan Bersaudara tahun anggaran 2025. Belum setahun, kerusakan serius sudah terlihat.

(HR&GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!