Example 728x250.

Penerima Bantuan Pangan Pangkalpinang Naik 3 kali Lipat, 400 Ton Beras-Minyak Dibagi ke 20 Ribu Warga

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang mulai menyalurkan bantuan cadangan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Penyaluran perdana dilaksanakan di Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Rabu (8/4/2026).

Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis instansinya dalam merespons tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tengah masyarakat.

“Ini untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang saat ini terasa cukup berat. Tapi alhamdulillah, Pangkalpinang dalam kondisi surplus beras, sehingga bantuan cadangan pangan ini bisa kita salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Samri, peningkatan jumlah penerima bantuan pada tahun 2026 menjadi indikator semakin luasnya jangkauan intervensi pemerintah di sektor pangan. Dari sebelumnya 7.205 penerima pada 2025, kini meningkat menjadi 20.211 penerima.

“Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 400 ton. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret, yang didistribusikan pada April ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyaluran cadangan pangan ini tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah, terutama pada komoditas pangan strategis.

“Melalui program ini, kami berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan. Ini juga menjadi bagian dari langkah konkret dalam mendukung penanganan stunting di Pangkalpinang,” katanya.

Lebih lanjut, Dinas Pangan dan Pertanian terus mendorong penguatan ketahanan pangan dari hulu ke hilir, termasuk peningkatan produksi lokal, diversifikasi pangan, serta jaminan keamanan pangan.

Dalam mendukung hal tersebut, pihaknya juga mengintegrasikan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program MBG memberikan dampak positif bagi petani lokal. Serapan hasil pertanian meningkat, sehingga permintaan naik dan harga produk pertanian juga ikut terdorong,” ungkap Samri.

Sementara, untuk komoditas lokal, Pangkalpinang saat ini mengandalkan produksi sayuran seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan cabai. Sementara kebutuhan pokok lainnya, termasuk beras dan beberapa sembako, masih dipasok dari luar daerah.

“Peran kami di daerah adalah memastikan ketersediaan komoditas spesifik seperti sayuran tetap terjaga. Sedangkan untuk komoditas lain, kita masih bergantung pada pasokan dari luar, namun tetap kita kontrol dari sisi distribusi dan ketersediaannya,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang optimistis mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *