Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, “Biasanya kalau kesehatan reproduksi itu hanya buat perempuan. Laki-laki cuma ngeluarin duit aja,” celetuk Walikota Pangkalpinang Profesor Saparudin, disambut tawa riuh 1.000 perempuan yang memadati gedung seminar, Selasa 2 Juni 2026.
Pagi pukul 10.54 WIB itu, dalam rangka Hari Kesehatan Perempuan Internasional 2026, Pemkot sengaja mengumpulkan perempuan lintas generasi. Dari remaja hingga nenek 70 tahun duduk lesehan, menyimak serius. Tema yang diusung: Kesehatan Reproduksi Perempuan.
“Ini bukti Ibu-Ibu sangat ingin, sangat memerlukan edukasi tentang kesehatan reproduksi,” ujar Prof Udin dalam sambutannya. Ia berterima kasih kepada dr. Karolin dari IMC Healthcare dan Pak Idil yang hadir sebagai narasumber.

Prof Udin menekankan ironi yang selama ini terjadi. “Kalau disebut kesehatan reproduksi, identik dengan perempuan saja. Laki-laki kayaknya enggak pernah ngurus urusan ini,” kritiknya. Padahal, kata dia, urusan reproduksi adalah urusan bersama.
Dr. Karolin disebutnya bukan obgyn biasa. “Beliau sub-spesialis fertilitas. Jadi manfaatkanlah Ibu-Ibu semua. Boleh ditanya. Nanti kalau ada pertanyaan, dapat doorprize,” goda Pak Wali, memancing partisipasi peserta dari PKK hingga Gabungan Organisasi Wanita se-Pangkalpinang.
Bagi Walikota yang humoris ini, seminar tersebut tak berhenti di soal mengobati. “Yang lebih penting adalah upaya preventif, upaya pencegahan,” tegasnya. Targetnya jelas: bayi sehat, ibu kuat, keluarga sejahtera.
Ia lalu menyentil fenomena stunting di kotanya. “Saya kemarin diskusi dengan Bunda Susanti. Kok bisa, ya, di Pangkalpinang itu masih ada stunting? Padahal ikan itu melimpah,” ungkapnya.
Menurutnya, kesehatan reproduksi tak bisa dipisahkan dari kesehatan mental. “Mental menghadapi persalinan, mental mengurus anak-anak. Itu yang harus kita jaga,” kata Prof Udin.
Hari itu, 1.000 perempuan Pangkalpinang pulang membawa satu pesan: menjaga rahim berarti menjaga masa depan kota, dan itu bukan cuma urusan “emak-emak”.
(HR75)











Tinggalkan Balasan