Baru.png

Warga Batu Penyu Ajak Penambang Beltim Selesaikan Persoalan Lewat Musyawarah

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Gantung Belitungtimur, Rabu (2/9/2026) Khairul Edi Hanafi, warga Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, mengajak masyarakat Belitung Timur (Beltim) Kepulauan Babel, khususnya para penambang, menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

Ajakan itu disampaikan menyusul dinamika terkait aktivitas pertimahan yang sempat memicu unjuk rasa pada 7 Agustus lalu.

“Kami mengajak seluruh warga Belitung Timur untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, kestabilan, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Apa yang telah terjadi hendaknya menjadi cambuk bagi kita untuk berbuat lebih baik ke depan,” kata Khairul.

Oleh karenanya Ia mengingatkan agar persoalan tidak diselesaikan dengan cara yang memicu gejolak. Aspirasi, katanya, tetap bisa disampaikan melalui jalur yang baik dan musyawarah.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para penambang agar menghargai upaya pemerintah menjaga stabilitas daerah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk terkait harga timah dan pembelian hasil tambang di lapangan.

“Teman-teman penambang, mari kita hargai kerja keras pemerintah. Orang-orang tua kita yang ada di pusat maupun di daerah, khususnya di Belitung Timur, telah berikhtiar menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengupayakan agar harga timah dan pembeli di lapangan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Khusus untuk penambang di Batu Penyu, Khairul meminta agar persoalan di lapangan tidak disikapi secara sepihak. Dialog dan musyawarah harus jadi pilihan utama.

“Kalau ada hal-hal di lapangan yang kurang berkenan, mari kita duduk bersama dan bermusyawarah. Jangan mengambil keputusan sendiri-sendiri karena kita memiliki pemerintah, pihak yang mengayomi, dan pihak yang membantu kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda bergandeng tangan menjaga keamanan dan persatuan di Beltim.

“Jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kejadian 7 Agustus kemarin terulang kembali. Mari kita kembalikan Belitung Timur seperti sebelumnya, damai dan guyub,” ujarnya.

Menurut Khairul, suasana yang aman dan penuh kebersamaan akan berdampak positif pada perekonomian.

“Kalau Belitung Timur kembali damai dan guyub seperti biasanya, sebagaimana yang diajarkan orang-orang tua kita, insyaallah rezeki dan keberkahan akan kembali hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *