Cakrawalanational.news-Balunijuk Merawang, Universitas Bangka Belitung (UBB) menambah daftar mahasiswa internasional. Delapan mahasiswa asal Malawi, Pakistan, Tajikistan, dan India resmi memulai kuliah jenjang Sarjana (S1) Semester Gasal 2026/2027.
Penyambutan dilakukan dalam agenda Official Welcome International Students, Senin (14/9/2026), di Ruang Rapat Betason 1, Kampus Terpadu UBB, Balunijuk Merawang Bangka-Babel.
Kehadiran delapan mahasiswa asing ini menjadi penanda ambisi UBB menuju kampus internasional. Namun sekaligus menjadi ujian: apakah kesiapan akademik, bahasa pengantar, dan ekosistem kampus sudah sejalan dengan klaim internasionalisasi.
Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si, membuka orientasi sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan universitas dan fakultas.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa internasional yang telah datang dari empat negara untuk berkuliah di Universitas Bangka Belitung. Kami sangat senang menerima kalian menjadi bagian dari keluarga besar UBB,” ujar Ibrahim.

Ia mempromosikan Bangka Belitung sebagai daerah yang nyaman untuk belajar.
“Masyarakat Bangka Belitung ramah, mudah berteman, dan lingkungan di sini juga aman. Jangan ragu untuk berinteraksi, membangun pertemanan, serta mengenal masyarakat dan budaya Bangka Belitung,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Devi Valeriani, http://M.Si., menyebut mahasiswa asing memberi warna baru bagi kampus.
“Selamat menempuh pendidikan di Universitas Bangka Belitung. Jadikan masa studi ini sebagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman sebanyak mungkin, baik secara akademik maupun melalui kehidupan sosial dan budaya,” ujar Devi.
“Mahasiswa asing dari berbagai negara menjadi bagian dari perjalanan untuk menjadikan UBB semakin besar dan berkembang sebagai kampus internasional,” tambahnya.
Delapan mahasiswa Intake 2026 itu tersebar di sejumlah prodi. Emmanuel Mussa asal Malawi di S1 Agribisnis. Lima mahasiswa asal Pakistan: Saba Noureen (S1 Akuntansi), Atif Ali dan Iqra Jabbar (S1 Biologi), Mehwish Ali dan Muhammad Mashaf Ali (S1 Ekonomi). Rajabmurodov Idris Yusufjonovich asal Tajikistan di S1 Manajemen, dan Jasim Ur Raja asal India di S1 Teknologi Informasi.
UBB menerapkan kurikulum delapan semester dengan bahasa pengantar Indonesia dan Inggris. Untuk adaptasi, kampus menyiapkan kursus Bahasa Indonesia, pendampingan dosen, hingga fasilitas perpustakaan, klinik, lab komputer, layanan bahasa, dan bimbingan karier.
Pertanyaannya, apakah kurikulum bilingual dan kursus singkat itu cukup menjawab tantangan akademik mahasiswa asing di kampus daerah? Internasionalisasi tidak berhenti pada seremoni penyambutan dan jumlah negara asal.
Di titik ini, UBB ditantang membuktikan layanan akademiknya setara dengan klaim global: mutu pengajaran, riset, hingga jaminan integrasi sosial-budaya agar delapan mahasiswa ini tidak hanya datang, tapi juga bertahan dan lulus dengan kualitas.
(HR75)










Tinggalkan Balasan