Baru.png

SMK Global di Pangkalpinang Bidik 20 Calon Barista Siap Kerja ke Luar Negeri

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel) bersama BP3MI Sumsel membuka pelatihan barista melalui program SMK Global di SPNF SKB Kota Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 20 peserta yang lolos seleksi daring akan mengikuti pelatihan selama 3 bulan.

Pelatihan ini menjadi pembekalan bagi calon Pekerja Migran Indonesia agar memiliki kompetensi sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan.

“Ini merupakan pembekalan bagi calon pekerja migran kita. Penempatannya nanti tentunya berdasarkan peminatan, bakat, kompetensi, serta kebutuhan dari negara tujuan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti.

Amrah menyebut salah satu negara yang saat ini memiliki peluang penempatan adalah Arab Saudi. Namun negara lain juga terbuka selama calon tenaga kerja memenuhi persyaratan.

Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Peserta yang dinyatakan kompeten akan diupayakan untuk direkomendasikan bekerja di luar negeri.

“Kalau peserta sudah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan, tentu akan kita upayakan untuk dapat direkomendasikan dan diberangkatkan,” ujarnya.

Amrah berharap program SMK Global yang baru pertama kali di Pangkalpinang ini berjalan baik dan melahirkan SDM yang kompeten.

“Program ini baru pertama kali dilaksanakan. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Pangkalpinang memiliki calon tenaga kerja yang kompeten dan siap untuk bekerja, termasuk di luar negeri. Kalau pelaksanaannya bagus, tidak menutup kemungkinan kuota untuk daerah kita akan ditambah,” katanya.

Perwakilan BP3MI Sumatera Selatan, Eva, mengatakan program SMK Global merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan kualitas calon PMI.

Pelaksanaan di Pangkalpinang dilakukan melalui pendaftaran dan seleksi daring. Peserta yang lolos mendapat pelatihan sesuai bidang kejuruan.

Wilayah kerja BP3MI Sumsel mencakup tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap 20 peserta dapat memiliki keterampilan sesuai standar kerja dan daya saing hingga tingkat internasional.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *