Cakrawalanational.news–Yogyakarta, Sabtu pagi (4/7/2026), Jogja Expo Center (JEC) berubah jadi pasar durian raksasa. Pasalnya, aroma Kelekak Bangka menyeruak ke setiap sudut. Di atas meja-meja panjang, bertumpuk 15.000 buah durian asal Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Itu bukan bazar biasa. Ini adalah “Program Silaturahmi Serumpun Sebalai dan Makan Durian Bersama”, gagasan Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani. Sasarannya jelas ribuan pelajar, mahasiswa, dan warga Babel yang merantau di Yogyakarta.
Durian-durian itu tidak datang dengan mudah. Sejak Selasa sore (30/6/2026), buah-buah pilihan dari berbagai kelekak di desa-desa Babel dikirim. Menggunakan kontainer berpendingin thermoking agar tetap segar. Perjalanan lintas pulau itu berakhir Jumat pagi (3/7/2026) di JEC.
Program ini lahir dari kolaborasi Pemprov Babel dengan petani dan pemilik kebun durian di daerah. Tujuannya bukan sekadar bagi-bagi buah.
“Ini soal kerinduan,” kata salah satu panitia. Untuk anak-anak Babel di rantau yang sudah lama tidak mencicipi durian kampung. Untuk mengobati rasa kangen pada rumah dan keluarga.

Bagi masyarakat Serumpun Sebalai, durian bukan sekadar buah. Ia adalah identitas dan perekat kebersamaan.
Sejak gerbang JEC dibuka, ribuan orang memadati lokasi. Ada mahasiswa dengan kaos almamater, ada keluarga, ada juga warga umum yang penasaran.
Tawa dan canda pecah di setiap meja. Cerita tentang kampung halaman mengalir, bercampur dengan semerbak aroma durian yang mengharumkan JEC.
Setiap belahan durian yang disantap seperti mengingatkan mereka pada kelekak di desa, pada kebun di belakang rumah, pada suasana lebaran di Bangka.
Gubernur Hidayat Arsani hadir dan ikut duduk bersama Walikota Pangkalpinang Prof Saparudin (Udin) beserta warga. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakatnya di perantauan.

“Hari ini kita masyarakat Babel membawa durian hasil Kelekak Bangka Belitung, sekitar 15.000 buah,” ujar Hidayat.
Sembari Ia berharap, mudah-mudahan tahun depan akan kirimkan 30.000 buah.
“Ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Babel di Yogyakarta,” lanjutnya.
Lebih dari itu, Hidayat menginginkan durian Kelekak Bangka tidak hanya jadi buah kebanggaan daerah. Tapi juga menjadi duta. Memperkenalkan komoditas unggulan Babel ke masyarakat luas di luar pulau.
Silaturahmi sore itu berakhir dengan perut kenyang dan hati hangat. 15.000 durian habis. Yang tersisa hanya cerita dan janji untuk bertemu lagi tahun depan, dengan durian dua kali lipat.
(hr)











Tinggalkan Balasan