Baru.png

Kebakaran Hanguskan 245 Rumah di Simpang Rimba, Gubernur: Tetap Tanggung Jawab Meski Royalti Rp5 Triliun Belum Cair

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Simpangrimba Basel, Sebanyak 245 rumah ludes di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan (Basel). Tujuh puluh kepala keluarga kini bertahan di tenda-tenda darurat di SDN 7 Simpang Rimba, sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat.

Di tengah kepungan tenda itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani datang untuk kedua kalinya, Sabtu (17/10/2026). Ia menegaskan satu janji pemerintah provinsi bertanggung jawab penuh.

Kunjungan dilakukan bersama Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat, Sekda Babel Fery Afriyanto, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, serta jajaran pejabat provinsi dan kabupaten.

Yang ditinjau bukan hanya puing rumah yang hangus, tapi juga 53 tenda, 25 tenda dome, dua tenda serbaguna, dan empat WC portabel bantuan Kementerian Sosial. Fasilitas yang diharapkan tidak berhenti sebagai penampungan darurat.

“Ini merupakan kunjungan kedua saya. Di sini saya meninjau lokasi pengungsian sementara yang diharapkan ke depannya dapat menjadi permanen. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab atas musibah ini dan berkoordinasi dengan Bupati Bangka Selatan untuk mencari solusinya,” ujar Gubernur Hidayat.

Pernyataan tanggung jawab itu menjadi penting. Sebab penanganan pascabencana kerap berhenti pada tenda darurat, tanpa kepastian hunian permanen.

Gubernur meminta agar seluruh bantuan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun swasta, dikelola optimal dan kebutuhan dasar warga tidak terabaikan.

“Koordinasikan dengan Tim Satgas dan Pak Bupati, lalu segera laporkan kepada saya. Wewenang operasional saya serahkan kepada Pak Bupati. Hal terpenting adalah seluruh kebutuhan harian, dokter, serta perawat disiapkan dengan baik. Kita dapat menghadapi ini melalui semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.

Di sela peninjauan, Hidayat melempar pesan politik yang cukup tajam, tidak merengek ke pusat. Ia memilih mengandalkan gotong royong lokal.

“Kita tidak merengek kepada pemerintah pusat, melainkan bergotong royong. Meskipun sedang menghadapi kesulitan, kita jangan lupa untuk bahagia,” tuturnya.

Ia juga menyinggung soal dana royalti Rp5 triliun yang belum dicairkan pemerintah pusat, namun menegaskan hal itu bukan alasan untuk lepas tangan.

“Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki kepedulian sosial luar biasa. Atas musibah ini, kita tidak boleh cengeng. Kami akan bertanggung jawab bersama. Meskipun dana royalti dari pusat sebesar Rp5 triliun belum dicairkan, kami tetap bertanggung jawab,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada petugas di lapangan, mulai dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Basarnas, ABPEDNAS, hingga TNI/Polri yang sigap sejak hari pertama kebakaran.

Sementara itu, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyambut komitmen gubernur tersebut.

“Bangga memiliki gubernur yang menunjukkan totalitas dan langsung turun tangan atas musibah di Bangka Selatan. Terima kasih, Pak Gubernur,” ucap Riza.

Kini pekerjaan rumah terbesar ada di depan: mengubah tenda pengungsian sementara menjadi hunian layak yang permanen. Janji tanggung jawab sudah diucapkan. Warga Serdang menunggu realisasinya.

(Dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *