Baru.png

Dari Dapur Rumah ke 2 Toko: Aroma Rizky Parfume Tumbuh Bersama PT TIMAH

banner 120x600

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Jumat (24/7/2026), Delapan tahun lalu, Dewi hanya berani menjual parfum ke rekan kantor dengan 50 pilihan aroma dari meja kecil di rumah. Kini, Rizky Parfume miliknya telah memiliki 2 toko di Pangkalpinang, 200 varian wangi, dan omzet yang menembus puluhan juta rupiah setiap bulan.

Perjalanan itu tidak instan. Bermodal rasa penasaran dan keberanian mencoba, Dewi bersama suaminya Saparudin merintis usaha parfum sejak 2018. Titik balik datang saat mereka menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk.

Dukungan permodalan dari PT TIMAH menjadi pintu pertama. Dewi memberanikan diri membuka toko di dekat Masjid At-Taqwa, Jalan Depati Hamzah. Antusiasme pembeli memaksa mereka pindah ke tempat yang lebih besar. Dua tahun kemudian, cabang kedua lahir di Pangkal Balam Pangkalpinang Babel.

Rak-rak yang dulu hanya berisi puluhan botol, kini penuh dengan 200 aroma. Dari wangi bunga, buah, hingga parfum branded. Pelanggan bahkan bisa meminta racikan khusus.

“PT TIMAH memberikan pemahaman tentang cara mengelola usaha lewat pelatihan. Itu bekal penting buat kami sampai hari ini,” kata Dewi.

Tantangan terbesarnya bukan modal. Menghafal 200 karakter aroma. Caranya? Dewi mengaitkannya dengan memori: aroma melati, jeruk, vanila.

Geliat usaha ini kemudian merambah dunia digital. Lewat WhatsApp, Facebook, dan Instagram, Rizky Parfume menjangkau pembeli di luar toko. Harga pun beragam, mulai Rp18 ribu untuk botol kecil 7,5 ml hingga Rp400 ribu untuk 100 ml.

Hasilnya terlihat. Omzet yang dulu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kini naik 4 kali lipat.

Bagi Dewi, angka itu bukan sekadar keuntungan. Itu bukti bahwa usaha kecil bisa naik kelas jika ada kemauan belajar dan dukungan yang tepat.

“Harapan saya, PT TIMAH terus berkembang dan terus membina mitra binaannya. Semoga PT TIMAH sukses selalu,” ujarnya.

Di balik setiap semprotan parfum di etalase Rizky Parfume, ada kisah panjang: dari coba-coba di rumah, jatuh bangun, hingga akhirnya menemukan aromanya sendiri.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *