Cakrawalanational.news-Banggai, Setelah dilakukan musyawarah dan mufakat, demokratis, terbuka dan secara kekeluargaan serta menghormati nilai-nilai Adat Saluan, juga menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan masyarakat Saluan, maka secara resmi Syaifuddin Muid, SH dipilih jadi Ketua Forum Potoutusan Saluan melalui rapat terbuka pembentukan Forum Potoutusan Saluan dengan mengusung tema ” Boli Opobakas Adat Molapus Nulonyom Nudunia Posa’angu Na Potoutusan Padodohi Nu Saluan” (Jangan biarkan adat hilang ditelannya dunia satukan kekeluargaan perkuat saluan) yang di laksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Luwuk, Minggu (27/9/2026).
Pada rapat terbuka itu juga disamping Syaipuddin Muid terpilih sebagai Ketua, terpilih juga Virgo Mang sebagai Sekertaris dan Bendahara dipercaya oleh anggota yang hadir yaitu Tuti Dwi Jayanti Datu Adam.
Yang melatarbelakangi sehingga Forum Potoutusan ini dibentuk yakni, masyarakat Saluan adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Banggai yang memiliki sejarah, adat istiadat, budaya, bahasa, nilai-nilai kearifan lokal serta ikatan sosial yang perlu dijaga, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu juga perubahan sosial, ekonomi, budaya dan perkembangan zaman menuntut adanya wadah bersama yang kemudian mampu mempererat persaudaraan masyarakat Saluan, menjaga identitas budaya, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Banggai.
Sementara itu Ketua terpilih Syaipuddin Muid, SH mengucapkan terimakasih to utus-utus (terimakasih kepada saudara-saudara) yang telah mempercayakan sebagai Ketua Forum Pototusan Saluan dan akan siap mengembangkan Forum Pototusan Saluan ini ke seluruh pelosok Kabupaten Banggai, ucapnya.
Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa Forum Potoutusan Saluan dibentuk sebagai wadah untuk mempererat persatuan dan persaudaraan masyarakat Saluan. Menjaga, memperkuat dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Saluan, membangun komunikasi dan kordinasi antar tokoh Adat serta masyarakat Saluan. Menjadi wadah musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Adat Saluan, mendorong kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi dan kemasyarakatan lainnya. Menjaga keharmonisan serta mengedepankan penyelesaian persolan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
(Muis/CNN)










Tinggalkan Balasan