Baru.png

HKG PKK ke-54, Walikota dan Ketua TP PKK Pangkalpinang Tekankan Kesatuan Gerak dari Keluarga

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2026 menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah.

Acara bertema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” ini digelar di Balai Besar Betason, Kantor Walikota Pangkalpinang Kepulauan Babel, Senin (26/10/2026).

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti SE, yang juga istri Walikota Saparudin, menegaskan Gerakan PKK harus memperkuat fondasi dasarnya dan hadir di tengah masyarakat mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

“HKG PKK menjadi momentum untuk merefleksikan dan mengevaluasi hasil kerja keras seluruh pengurus dan kader di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan selama satu tahun terakhir,” ujar Susanti.

Ia memaparkan sejumlah prestasi TP PKK Kota Pangkalpinang dalam setahun terakhir di tingkat Provinsi Babel:

1. Juara 1 Asman Toga dalam Lomba PHBS HKG PKK KB-Kes 2025 (TP PKK Kelurahan Gabek Satu)
2. Juara 1 Lomba Vlog Bidang 3 HKG PKK 2025 (TP PKK Kelurahan Bukit Besar)
3. Juara 1 Lomba Vlog Pokja 4 tingkat Provinsi Babel 2025
4. Juara 1 Lomba Vlog Pokja 3 tingkat Provinsi Babel 2026 (SMP Santa Theresia)

“Penghargaan ini bukti nyata program PKK berdampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar administrasi,” tegasnya.

Ke depan, fokus TP PKK adalah pengentasan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UP2K, ketahanan pangan, dan literasi keluarga.

Sementara itu, Walikota Pangkalpinang Prof Saparudin yang akrab disapa Prof Udin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kader PKK yang bekerja tanpa lelah di ujung tombak masyarakat.

“PKK merupakan pemberdayaan keluarga yang sangat membantu pemerintah. PKK berada di tengah-tengah keluarga, lebih tahu denyut nadi keluarga-keluarga di Kota Pangkalpinang,” ujar Prof Udin.

Dalam sambutannya yang disambut tawa dan tepuk tangan, Prof Udin menjelaskan makna filosofis Hari Kesatuan Gerak.

“Ada dua kata antara kesatuan dengan persatuan. Kalau bikin kue itu namanya kesatuan. Ada gula, gandum, sagu, segala macam dijadikan satu, itu kesatuan. Tapi kalau persatuan, seperti pisang goreng, pisangnya di dalam, tepungnya di luar, dia enggak menyatu. Nah, PKK ini harus menjadi kesatuan, melebur dalam menjalankan 10 program pokok PKK,” paparnya disambut tepuk tangan.

Ia juga memuji kedisiplinan kader PKK.

“Kalau acara jam 08.00, ibu-ibu jam 07.00 sudah datang. Tadi saya tanya Ibu Wali, acaranya jam berapa? Jam 09.00, tapi jam 07.00 sudah siap. Kalau Bapak-bapak, acara jam 09.00, jam 09.30 baru mulai. Luar biasa ibu-ibu semua,” kelakarnya.

Pemkot, kata Prof Udin, terus berupaya memberikan dukungan anggaran meski belum sepenuhnya memenuhi harapan, dengan menggandeng kolaborasi bersama Bank Sumsel Babel dan pihak lainnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *