Baru.png

Pasca Unjuk Rasa, MUI Beltim Ajak Warga Jaga Persatuan dan Fasilitas Publik

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Manggar Belitungtimur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Babel mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas, persatuan, dan perdamaian di tengah dinamika pasca aksi unjuk rasa 7 Agustus 2026.

Sekretaris Umum MUI Beltim Try Mario Sandy mengatakan ketenangan dan komunikasi yang baik menjadi kunci penyelesaian persoalan. Ia menyebut setiap peristiwa harus menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Kita terus belajar dari segala kondisi yang pernah kita alami. Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujar Try Mario akhir pekan lalu.

MUI Beltim telah menggelar rapat internal bersama tokoh agama pasca unjuk rasa. Hasilnya dirumuskan dalam 5 poin himbauan kepada pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait dengan prinsip _tawassuth_ atau mengambil jalan tengah.

Poin utama yang disampaikan adalah ajakan kepada masyarakat di 7 kecamatan untuk menjaga kondusivitas, persatuan, keamanan, serta fasilitas publik.

“Yang pertama kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Belitung Timur, karena kita ada tujuh kecamatan, untuk menjaga kondusivitas, menjaga persatuan, keamanan dan tolong kita jaga juga fasilitas publik. Karena fasilitas publik ini dibangun tidak bim salabim, tetapi ada prosesnya,” kata Try Mario.

Ia menegaskan menjaga fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama. Nilai perdamaian dan penghormatan juga sejalan dengan ajaran Islam.

“Kita ini terkenal Bangka dan Belitung, terutama Belitung, harmonisasinya luar biasa. Bukan hanya sesama muslim, dengan nonmuslim pun kita sangat harmonis,” ujarnya.

MUI juga mendorong pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat mengedepankan prinsip _maslahat_. Aparat TNI-Polri diminta bertugas secara profesional dan proporsional dengan pengendalian diri.

MUI mengajak memperkuat persaudaraan, budaya saling memaafkan, serta memperbanyak doa demi keselamatan bersama.

“kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, kita pupuklah semangat persaudaraan, baik itu masyarakat, aparat penegak hukum, pengambil kebijakan termasuk PT TIMAH dan sebagainya. Kita intinya persaudaraan ini kita perkuat, kita junjung,” katanya.

Try Mario mengingatkan Beltim memiliki kekayaan alam yang harus dijaga. Selain timah, ada pasir, Tebat Rasau, hingga ikan purba yang menjadi bagian kehidupan masyarakat.

“Kalau itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, kebaikan umat, kemakmuran umat itu silakan. Namun kita hidup di dunia ini bukan hanya manusia, tapi ada hewan, ada tumbuh-tumbuhan, ada ekosistem. Harmonisasi ini harus kita jaga,” tuturnya.

Dewan Pertimbangan MUI Beltim H. Sayono menambahkan pentingnya komunikasi baik antarpihak agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan.

“Bangun komunikasi yang baik di antara kita semua. Dengan kebersamaan ini kita berkeyakinan mudah-mudahan negeri kita ini selalu aman damai. Karena bagaimanapun masyarakat Belitung ini masih butuh dengan pertambangan ini,” tutupnya.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *