Baru.png

Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang, DPRD Babel dan Pertamina Bahas Solusi

banner 120x600

Satrio: Kami sudah memblokir hampir 500 kendaraan

Cakrawalanational.newsPangkalpinang, Kelangkaan BBM di Pulau Bangka memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Warga rela mengantri hingga 2 jam hanya untuk mendapatkan Pertalite.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengaku menerima banyak aspirasi warga sejak Senin kemarin. Ia bahkan sempat berdialog langsung dengan warga di lapangan.

“Saya dialog dengan 3 sampai 5 ibu-ibu dan bapak-bapak. Mereka antre sampai 2 jam hanya untuk dapat Pertalite. Pertamax juga sudah susah,” kata Didit di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026), saat audiensi dengan Pertamina.

Didit menyebut dampak kelangkaan BBM sudah meluas ke semua sektor. Harga BBM nonsubsidi di pasaran bahkan disebut sudah menyentuh Rp20.000 per liter.

“Korban banyak. UMKM, ojol, sampai anak sekolah. Ada yang motornya mogok dititip di depan rumah saya. Dia nganter anaknya sekolah jalan kaki karena tidak ada BBM. Ada juga yang terlambat kerja,” ujarnya.

Didit meminta Pertamina segera menyelesaikan masalah ini dan melaporkannya ke pusat.
“Saya minta kepada pihak Pertamina supaya segera menyelesaikan masalah ini. Kalau dibiarkan, semua sektor rugi,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Babel, Satrio Wibowo Wicaksono, memastikan stok BBM di terminal Bangka Belitung aman untuk 7 hari ke depan.

Namun antrean panjang terjadi karena adanya pembelian berulang. Pertamina menemukan banyak kendaraan dengan QR code ganda dan nomor polisi palsu.

“Kami sudah memblokir hampir 500 kendaraan. Mereka muter-muter di SPBU berbeda. Ada juga yang 1 kendaraan punya lebih dari 1 QR code,” kata Satrio.

Untuk mengatasi antrean, Pertamina sudah menambah penyaluran Pertalite sekitar 7-8 persen dari kondisi normal. Beberapa SPBU juga disanksi tidak dikirim BBM karena masalah kepatuhan penyaluran.

Pagi ini Pertamina berkoordinasi dengan Kapolda Babel untuk pengamanan antrean. “Stok di SPBU cepat habis karena pembelian berulang. Makanya kami minta bantuan kepolisian untuk penertiban,” ujarnya.

Terkait kelangkaan Pertamax, Satrio menyebut harga memang menyesuaikan minyak dunia dan dievaluasi tiap bulan oleh pusat. Saat ini harga Pertamax sudah di atas Rp16.000.

Untuk SPBU Nibung yang sempat tutup, Satrio menyebut rencananya akan dibuka lagi sore ini setelah perbaikan dan pengecekan SOP selesai.

(HR75)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *