Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, “Harga sawit turun seperti air hujan, deresss! Naiknya seperti siput berjalan, sentil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (2/6/20026) di Gedung DPRD Babel.
Didit mengungkap lima poin hasil rapat yang merujuk pada kesimpulan Kementerian Pertanian 20 Mei 2026 yang dipimpin Wamen. Pertama, DPRD meminta pabrik kelapa sawit (PKS) mengembalikan harga beli tandan buah segar (TBS) sesuai kesepakatan rapat dengan Dinas Pertanian Perkebunan di kantor gubernur, 7 Mei 2026.
“Itu kan? Karena diminta kepala daerah menindaklanjuti Permentan Nomor 13 Tahun 2024,” tegasnya.

Kedua, soal dugaan permainan timbang. “Pak Dirkrimsus alhamdulillah akan menindaklanjuti,” kata Didit. Ketiga, Satgas Pangan Polda Babel yang dihadiri Kombes Nanang akan segera rapat internal. “Tentang masalah harga, mereka akan pantau. Jika ada yang melanggar hukum, itu wewenangnya kepolisian,” ujarnya.
Keempat, ia menyoroti jeritan petani soal pupuk. Turunnya harga sawit menyentuh Rp1.000-Rp1.200 per kg, sementara naiknya hanya Rp150-Rp200. “Idealnya menurut petani dibeli Rp2.700 per kilo, biar bisa bernapas. Tapi saat ini Rp2.100, terjadi kerugian,” beber Didit.
Dampaknya, kata dia, berantai. “Jika harga sawit drop, daya beli masyarakat turun, UMKM lemah, pasar sepi, kriminal juga tinggi. Ini kompleks,” tandasnya.
Kelima, DPRD akan bertemu Dirjen Perkebunan Kementan hari Kamis untuk memastikan langkah lanjutan. “Insyaallah kami akan diterima. Bagi media yang mau pergi silakan, tapi bayar masing-masing,” kelakar Didit, disambut tawa peserta rapat.
“Kita cek, bergerak tidak harga besok? “Harga sawit turun seperti air hujan, deresss! Naiknya seperti siput berjalan, tidak, saya minta APH turun,” tutupnya.
(HR75)











Tinggalkan Balasan