Cakrawalanational.news–Pangkalpinang, Balai Betason tak sekadar hening pada Senin pagi, 1 Juni 2026. Di tengah khidmat Hari Lahir Pancasila, selembar sejarah baru ditorehkan tongkat estafet Purna Paskibraka Indonesia Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi berpindah tangan untuk periode 2026–2031.
Bagi puluhan remaja berseragam putih-abu yang berdiri tegap di barisan depan, hari itu lebih dari sekadar seremonial. Tepat pukul 09.00 WIB, masa tugas mereka sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2025 berakhir. Lencana merah putih di dada dilepas, diganti status baru Purna Paskibraka Indonesia.
“Paskibraka tahun 2025 bertugas sampai 1 Juni 2026. Setelah itu mereka resmi menjadi bagian dari PPI,” ujar Kepala Kesbangpol Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, disela pelantikan.

Sembari Ia mengatakan bahwa hari ini bukan hanya pelantikan pengurus, tetapi juga pengukuhan adik-adik menjadi Purna.
Pelantikan itu sendiri merupakan buah dari Musyawarah Daerah PPI Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu. Surat Keputusan pengurus baru, kata Donal, telah diterbitkan pengurus PPI Provinsi Bangka Belitung.
“Hari ini secara resmi mereka dikukuhkan,” tegasnya.
Momentum 1 Juni memang dipilih bukan tanpa alasan. Di hari yang sama 81 tahun silam, fondasi Pancasila diucapkan Soekarno. Kini, di tempat yang sama, generasi yang lahir puluhan tahun setelahnya diikat kembali pada janji kebangsaan.
Namun rumah bagi para purna tak tunggal. Donal menyebut ada dua organisasi yang kini menaungi: PPI dan Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia . DPPI, yang berada di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, mensyaratkan anggotanya lulus pendidikan khusus.
“Pada dasarnya mereka semua Purna Paskibraka. Hanya saja untuk menjadi anggota DPPI ada tahapan pendidikan dan evaluasi hingga dinyatakan lulus sebagai Duta Pancasila,” jelasnya.
Bagi Donal, regenerasi ini bukan sekadar ganti orang. Ia menitipkan pesan agar PPI menjadi ruang temu gagasan anak muda, sekaligus tameng ideologis di tengah gempuran zaman.
“Kami berharap PPI terus menjadi mitra pemerintah dalam kegiatan kebangsaan, menjadi contoh bagi generasi muda, serta ikut menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Di luar Balai Betason, bendera Merah Putih berkibar setengah tiang. Di dalam, sumpah baru saja diikrarkan. Pancasila, sekali lagi, menemukan penjaganya.
(HR75)











Tinggalkan Balasan