banner

Sikap Berani Guru Mengaji Pantai Labu Lawan Narkoba, Komnas PA: Alarm Keras untuk Pemkab dan Polresta Deli Serdang

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Deliserdang, Di tengah maraknya kekhawatiran orang tua terhadap masa depan generasi muda, sebuah aksi heroik muncul dari pelosok Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Halimatu Sakdiah, seorang guru mengaji setempat, memilih untuk tidak tinggal diam melihat ancaman nyata peredaran narkotika yang mulai menyusup ke lingkungan desanya.

Keberanian Halimatu yang secara vokal menyuarakan keresahan masyarakat dan menentang peredaran barang haram tersebut menarik perhatian nasional. Dedikasinya ini berbuah apresiasi tinggi dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak. Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, secara langsung menyerahkan penghargaan khusus sebagai bentuk penghormatan atas keberanian warga sipil tersebut.

Simbol Perlawanan dari Meja Mengaji

Sehari-hari, Halimatu Sakdiah berhadapan dengan kitab suci, membimbing anak-anak dan remaja desa agar memiliki fondasi moral yang kuat. Namun, ia menyadari benteng agama saja tidak cukup jika lingkungan sosial di luar madrasah dikepung oleh peredaran narkoba yang merusak fisik dan mental anak-anak.

“Saya hanya ingin anak-anak di desa ini tetap memiliki masa depan yang baik. Jangan sampai mereka menjadi korban narkoba,” tutur Halimatu dengan nada bergetar namun penuh penegasan.

Bagi Komnas PA, langkah Halimatu adalah refleksi dari runtuhnya rasa aman di tingkat akar rumput, sekaligus menjadi contoh nyata dari keterlibatan aktif masyarakat.

“Ibu Halimatu Sakdiah menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas di atas kertas, bukan sekadar tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab moral bersama. Keberaniannya harus menjadi inspirasi nasional,” tegas Agustinus Sirait.

Komnas PA Sentil Keras Pemkab dan Aparat Penegak Hukum

Di balik penyerahan penghargaan tersebut, momentum ini juga memicu kritik objektif dari Komnas PA terhadap kinerja pemangku kebijakan di Deli Serdang. Agustinus menekankan bahwa keberanian seorang guru mengaji yang harus berdiri sendiri di garis depan adalah sinyal bahaya bagi sistem pengawasan daerah.

Ia melayangkan pesan keras agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak berlindung di balik program-program formalitas.

“Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak boleh hanya hadir dalam seremoni dan slogan perlindungan anak. Keselamatan anak-anak harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan. Jika seorang guru mengaji sampai harus berdiri sendiri melawan narkoba demi menyelamatkan anak-anak desa, maka ini menjadi alarm keras bagi semua pihak,” tegas Agustinus.

Tak hanya kepada Pemkab, tuntutan tegas juga diarahkan kepada jajaran kepolisian. Komnas PA mendesak Polresta Deli Serdang untuk segera melakukan tindakan represif yang cepat, terukur, dan menyeluruh guna memutus rantai pasokan narkoba hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, masyarakat kecil yang berani melapor tidak boleh dibiarkan tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Ujian Nyata Bagi Perlindungan Anak di Daerah

Kasus di Pantai Labu ini kini menjadi sorotan publik. Keberanian masyarakat sipil seperti Halimatu Sakdiah membutuhkan payung hukum serta jaminan keamanan yang kuat. Jika negara dan aparat tidak hadir memberikan perlindungan total bagi para pelapor, dikhawatirkan gerakan sosial masyarakat untuk melawan narkoba akan padam oleh rasa takut.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Polresta Deli Serdang untuk membuktikan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi tumbuh kembang anak-anak di wilayahnya

(M. Habil Syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *