banner

Pangkalpinang Tuan Rumah KKL Pemuda Katolik 2026, Pemkot Dorong Promosi Wisata dan Moderasi Beragama

banner 120x600

Cakrawalanational.news-Pangkalpinang, Kota Pangkalpinang ditunjuk sebagai tuan rumah Kursus Kepelatihan Lanjut (KKL) Pemuda Katolik Indonesia 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Safran dan diikuti kader dari 20 provinsi se-Indonesia.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang Drs. Agustu Afendi, M.Si menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut. Menurutnya, ajang ini menjadi peluang memperkenalkan potensi kuliner dan pariwisata Kota Pangkalpinang ke tingkat nasional.

“Kota Pangkalpinang sangat mengapresiasi ditunjuknya sebagai tuan rumah. Mudah-mudahan bisa memperkenalkan kuliner, pariwisata yang ada di Kota Pangkalpinang dari kader 20 provinsi Pemuda Katolik yang ada di Indonesia,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Selain promosi daerah, Agustu menyebut KKL merupakan bagian dari proses kaderisasi dan pembentukan leadership tingkat lanjut di lingkungan Pemuda Katolik Indonesia.

“KKL tingkat lanjut ini adalah bentuk pembentukan leadership tingkat awal dari kaderisasi Pemuda Katolik, seperti di HMI ada kader dasar dan lanjutan. Nah, ini seperti itu,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan soal keberagaman, Agustu menegaskan Pangkalpinang rutin menggelar kegiatan lintas agama melalui Forum Komunikasi Umat Beragama. Salah satunya Kemah Pemuda Lintas Agama yang melibatkan pemuda Katolik, Kristen, Islam, Konghucu, dan Buddha.

“Kita sebagai negara yang mengedepankan asas Bhinneka Tunggal Ika, semua agama kita hargai sebagai bentuk kontribusi bersama dalam pembangunan di Indonesia, terutama di Kota Pangkalpinang,” paparnya.

Ia berharap seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Katolik, dapat bersinergi dan berkolaborasi mendukung visi misi nasional maupun visi misi Walikota Pangkalpinang.

“Harapan ke depan semua organisasi pemuda dapat bersinergi, berkolaborasi dalam rangka membangun dan mendukung pembangunan daerah dan nasional,” tutupnya.

KKL Pemuda Katolik 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas kepemimpinan kader, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

(HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *