Cakrawalanational.news– Belitung, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menghadiri perayaan adat Maras Taun sekaligus Halal Bihalal yang digelar di kediaman pribadi Ketua Forum Kedutaan Adat Belitung (FKAB), Mukti Maharip, Minggu (5/4).
Kehadiran orang nomor satu di Negeri Serumpun Sebalai ini menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah dan tokoh adat dalam membangun daerah.
Mukti Maharip, atau yang akrab disapa Kik Mukti, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Gubernur. Ia menjelaskan bahwa ritual Maras Taun merupakan tradisi turun-temurun yang menjadi identitas budaya masyarakat Belitung.
”Maras Taun ini adalah adat budaya Belitung. Kami bangga Gubernur pertama kali menginjakkan kaki di rumah pribadi kami. Tadi kami sudah melaksanakan ritualnya sambil menunggu kedatangan Bapak Gubernur,” ujar Kik Mukti.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah kolaborasi. Ia berharap nilai-nilai budaya yang terjaga dapat menjadi fondasi dalam membangun Belitung ke depan melalui kerja sama yang harmonis.
Apresiasi juga datang dari Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten. Ia menilai kepemimpinan Hidayat Arsani berhasil menyatukan tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung. “Di tangan Gubernur, para bupati kompak. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini harus terus kita lestarikan agar daerah semakin maju dan sejahtera,” katanya.
Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani memberikan penghormatan tinggi kepada para dukun (pemuka adat) Belitung. Ia menganggap mereka memiliki pengaruh besar dan keahlian dalam menjaga marwah serta stabilitas daerah.
”Saya hadir hari ini karena saya cinta dengan para dukun Belitung. Kita butuh mereka untuk menjaga daerah. Saya juga memohon maaf jika ada kesalahan selama memimpin,” ucap Hidayat.
Gubernur juga membawa kabar baik terkait rencana peningkatan kesejahteraan para pemuka adat. Ia berkomitmen untuk menyiapkan anggaran khusus bagi para dukun sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam masyarakat.
Terkait dinamika politik, Hidayat menegaskan bahwa kontestasi Pilkada telah usai dan tidak ada ruang untuk rasa dendam. “Saya adalah milik Bangka Belitung. Di mana saya berpijak, di situ saya akan membangun negeri. Saya bekerja sesuai aturan dan administrasi yang baik,” tegasnya.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan doa bersama, makan siang, dan ramah tamah antara jajaran pejabat pemerintahan dengan para tokoh adat se-Pulau Belitung.
(Pit/CNN)


.












