Cakrawalanasional.news-Tapsel, Proyek pembangunan sarana air bersih di Dusun Suka Maju, Desa Hapesong Baru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Fasilitas yang dibangun sejak tahun 2023 tersebut diduga tidak pernah memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Permasalahan ini mencuat ke publik setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok Mohad Saib menjadi viral. Video tersebut memperlihatkan kondisi bangunan air bersih yang memprihatinkan, sehingga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk media yang kemudian melakukan konfirmasi dan inspeksi langsung ke lokasi, Pada Sabtu siang (4/4/2026).
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan penampungan air memang tersedia. Namun, aliran air dari penampungan awal hingga ke titik distribusi akhir tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, kualitas air yang ada juga dinilai tidak layak dan diduga tidak bersih untuk digunakan.
Kru Cakrawalanasional.news yang turun langsung ke lokasi mencoba menghimpun keterangan dari warga. Salah seorang warga berinisial ST mengaku tidak pernah mengetahui adanya program bantuan air bersih tersebut, apalagi merasakan manfaatnya sejak proyek dibangun.
“Bantuan air bersih itu sama sekali tidak kami ketahui dan tidak pernah kami rasakan sejak tahun 2023,” ujarnya saat ditemui di sebuah kedai di Dusun Suka Maju.
Ia juga menambahkan bahwa jika proyek tersebut bersumber dari Dana Desa (DD), masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam proses musyawarah maupun mendapatkan informasi terkait pelaksanaannya.
“Kalau memang dari Dana Desa, kami tidak pernah tahu atau diajak musyawarah,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Hapesong Baru juga telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, pihak kepala desa mempertanyakan asal izin pengambilan kontak pribadinya dan menyatakan keberatan.
“No saya izin dari mana lae,” tulisnya singkat. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan nomor pribadinya tanpa izin merupakan pelanggaran.
“Tanpa izin saya, itu pelanggaran itu,” balasnya saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala desa terkait substansi proyek air bersih yang dipersoalkan warga.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan kondisi akses jalan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius. Jalan utama di dusun tersebut disebut sering terendam banjir sejak November 2025 akibat bencana alam, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, hingga pemerintah provinsi dan pusat. Mereka menegaskan bahwa akses jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga yang sangat vital.
“Kami sangat berharap ada keseriusan pemerintah dalam memperbaiki jalan ini, karena ini akses utama kami untuk mencari nafkah,” ungkap salah satu warga.
Lebih lanjut, masyarakat juga mendesak agar pihak terkait, termasuk kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), inspektorat, serta aparat penegak hukum, segera melakukan penelusuran dan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek air bersih tersebut.
Warga berharap, jika benar proyek tersebut telah direalisasikan, maka manfaatnya dapat segera dirasakan secara nyata oleh masyarakat Dusun Suka Maju yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. *bersambung*
(Yas/CNN)











Tinggalkan Balasan