Cakrawalanational.news-Luwuk, Di tengah suasana religius bulan suci Ramadan, sebuah pemandangan penuh kehangatan tersaji di Coffee Gabin, Kelurahan Karaton, pada Kamis malam (12/03/2026). Pasca-pelaksanaan ibadah buka puasa, Sertu Rusdin Podo, Babinsa Koramil setempat, hadir membaur di tengah-tengah para jurnalis yang tengah menikmati rehat malam mereka.
Pertemuan non-formal bertajuk “Ngopi Bareng” ini bukan sekedar ajang silaturahmi biasa. Momentum ini menjadi wadah strategis bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya satuan teritorial, untuk terus merawat komunikasi dua arah yang sehat dengan para kuli tinta yang bertugas di wilayah Kabupaten Banggai.
Dalam diskusi yang mengalir tanpa sekat birokrasi yang kaku, Sertu Rusdin Podo menekankan bahwa peran jurnalis sebagai mitra strategis sangat krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah. Di era banjir informasi seperti saat ini, sinergi antara aparat keamanan dan media massa menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks serta isu-isu provokatif yang dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas.
”Sebagai Babinsa di wilayah Kelurahan Karaton, saya berkomitmen untuk terus berada di tengah masyarakat, termasuk merangkul rekan-rekan jurnalis. Sinergi ini harus tetap terjaga demi penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada publik,” tegas Sertu Rusdin di sela-sela diskusi hangat tersebut.
Lebih jauh, pertemuan ini dimanfaatkan oleh kedua belah pihak untuk melakukan pertukaran informasi (sharing information) mengenai perkembangan situasi terkini di lapangan. Kehadiran sosok TNI di tengah lingkaran awak media menunjukkan bahwa koordinasi di tingkat basis atau akar rumput berjalan dengan sangat baik.
Para jurnalis yang hadir memberikan berbagai masukan konstruktif mengenai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Sebaliknya, pihak TNI melalui Babinsa memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah persuasif yang dilakukan negara dalam menjamin keamanan warga. Interaksi ini mencerminkan bahwa transparansi informasi dan koordinasi kewilayahan adalah kunci utama dalam deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Pertemuan yang diakhiri dengan sesi foto bersama dan tawa lepas ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, tetap menjadi prioritas utama. Kedekatan ini menegaskan bahwa TNI selalu hadir bukan sebagai institusi yang menjaga jarak, melainkan sebagai pelindung yang menyatu dengan denyut nadi kehidupan rakyatnya.
Melalui cangkir kopi di Karaton malam ini, terpancar pesan kuat, bahwa keutuhan wilayah dan keamanan daerah bukan hanya tugas satu institusi, melainkan hasil dari kolaborasi yang harmonis antara penjaga kedaulatan dan penyambung lidah rakyat.
*)Is/Red


.












