Cakrawalanational.news-Manggar Belitungtimur, Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Matarudin (67), marbot Masjid Al Falah, saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar PT TIMAH (Persero) Tbk di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Dalam kegiatan tersebut, Matarudin menjadi salah satu penerima bantuan bagi marbot masjid yang diserahkan langsung oleh Komisaris PT TIMAH Tbk Yuslih Ihza, Direktur Operasi Handy Geniardi, Direktur Sumber Daya Manusia Ratih Mayasari, dan Division Head Area Belitung Feriandi pada Jumat (6/3/2026)
Bagi Matarudin, undangan untuk berbuka puasa bersama sekaligus menerima bantuan dari PT TIMAH Tbk menjadi momen yang membahagiakan di bulan suci Ramadan.
Ia mengaku senang dapat hadir dalam kegiatan yang juga menjadi ajang silaturahmi antara PT TIMAH dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat gembira bisa diundang dalam kegiatan Safari Ramadan ini. Apalagi menjelang Lebaran seperti sekarang, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ujarnya.
Matarudin telah mengabdikan dirinya sebagai marbot Masjid Al Falah selama hampir sepuluh tahun. Sejak usia 57 tahun, ia menjalankan tugas merawat dan menjaga kebersihan masjid agar tetap nyaman digunakan masyarakat untuk beribadah.
Sebagai marbot, ia mengaku pendapatan yang diperoleh tidak selalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bantuan yang diberikan PT TIMAH menurutnya sangat berarti.
Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan perusahaan kepada masyarakat, khususnya para penjaga rumah ibadah.
“Kami bersyukur dan terima kasih kepada PT TIMAH yang sudah peduli kepada kami para penjaga masjid. Ini bukan kali pertama saya menerima bantuan dari PT TIMAH. Mudah-mudahan PT TIMAH selalu diberikan kelancaran dalam mengelola timah di Pulau Bangka Belitung dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadan, PT TIMAH tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian nyata bagi berbagai kalangan, termasuk para marbot yang selama ini berperan menjaga rumah ibadah tetap hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
(Rn)


.












