Cakrawalanational.news-Jakarta, East Indonesia Malaca Project Institute (EIMPI) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Kamis (25/6/2026). Massa dipimpin Ketua EIMPI Indra Dapa Saranani menyoroti pelaksanaan proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Daerah Irigasi Trimulya I, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Proyek dengan anggaran sekitar Rp63 miliar itu dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV, Kementerian PUPR.
Indra menyebut aksi ini bentuk kontrol sosial warga terhadap penggunaan anggaran negara. Hasil pemantauan lapangan EIMPI menemukan sejumlah kejanggalan yang perlu diklarifikasi.
“Berdasarkan data yang kami himpun, ada dugaan perbedaan antara kontrak, lokasi pekerjaan di lapangan, serta ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Ini menyangkut uang negara, harus transparan dan akuntabel,” ujar Indra dalam orasinya.
EIMPI menyampaikan 5 poin tuntutan:
1. KPK RI diminta segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan proyek Irigasi Trimulya I Konawe.
2. KPK RI memanggil dan memeriksa pihak bertanggung jawab, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV.
3. Kementerian PUPR RI melakukan audit teknis menyeluruh terkait mutu, volume, dan spesifikasi pekerjaan.
4. BPK RI dan Inspektorat Jenderal PUPR melakukan audit investigatif atas penggunaan anggaran Rp63 miliar.
5. Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan atau merugikan keuangan negara.
Indra menegaskan aksi berlangsung damai dan tertib. “Ini partisipasi masyarakat mengawal transparansi anggaran. Kami tidak menuduh, tapi meminta kepastian hukum,” katanya.
EIMPI berharap tuntutan ini direspons serius KPK, Kementerian PUPR, BPK, dan instansi terkait. Tujuannya agar setiap proyek infrastruktur dikerjakan sesuai ketentuan hukum, spesifikasi teknis, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Aksi berakhir sekitar siang hari setelah pernyataan sikap diserahkan kepada petugas KPK. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(Red)











Tinggalkan Balasan